PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mengungkapkan keprihatinannya terkait keterbatasan dana untuk bahan bakar minyak (BBM) yang diperlukan untuk mendukung operasional mobil pemadam kebakaran.
Situasi ini semakin memburuk karena saat ini wilayah Pandeglang sedang mengalami kemarau panjang, yang membuat permintaan BBM untuk mobil damkar meningkat secara signifikan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD-PK Pandeglang Endan Permana mengungkapkan bahwa pihaknya seringkali harus menghadapi situasi darurat kebakaran. Bahkan hingga tiga kali dalam sehari. Namun, keterbatasan anggaran BBM menjadi kendala serius dalam menjalankan tugas yang kritis ini.
“Kita seringkali harus merespons kebakaran dan situasi darurat dengan cepat, tetapi pasokan BBM yang terbatas membuat tugas kami menjadi sulit,” ungkapnya, Rabu, 27 September 2023.
Endan Permana juga menyampaikan bahwa anggaran BBM yang terbatas untuk kendaraan pemadam kebakaran menjadi penghalang dalam memberikan layanan yang cepat dan efektif kepada masyarakat.
“Saat menghadapi bencana, terutama kebakaran, kami harus memberikan respons cepat. Sayangnya, pasokan BBM tidak selalu mencukupi untuk tugas tersebut,” tambahnya.
Kondisi ini semakin mempersulit BPBD Pandeglang karena masih banyak kejadian darurat lain yang memerlukan perhatian mereka. Dengan keterbatasan anggaran BBM, mereka berjuang untuk menjalankan tugas mereka dengan efisien.
“Iya apalagi masih banyak kejadian gitu, melihat BBM kita juga masih empot-empotan gitu. Ya kita mah yang namanya tugas pasti siap saja,” ujarnya.
Ia berharap bahwa pemerintah akan memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini dan menyediakan dukungan tambahan dalam bentuk anggaran BBM agar BPBD Kabupaten Pandeglang dapat menjalankan tugas pemadam kebakaran dengan lebih efektif.
“Mohon agar kondisi ini dapat segera diperbaiki dengan peningkatan anggaran BBM kami, setidaknya untuk sementara waktu,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











