PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rencana pengadaan bus sekolah sebagai alternatif pengganti sepeda motor bagi siswa di Kabupaten Pandeglang masih dalam tahap wacana.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang telah melarang siswa SMP membawa sepeda motor ke sekolah sambil merencanakan pengadaan bus sekolah. Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta memberikan respon positif terhadap ide ini.
Namun, Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang Hasan Bisri menjelaskan bahwa rencana ini hanya dalam bentuk wacana.
Ia menegaskan bahwa meskipun aturan sekolah melarang siswa membawa sepeda motor, belum ada tindakan konkret terkait pengadaan bus sekolah.
“Belum ada perencanaan konkret hingga saat ini, saya belum menandatangani apa pun terkait ini,” ungkap Hasan saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID melalui sambungan telepon, Rabu 27 September 2023.
Hasan menyampaikan bahwa mengenai hal ini perlunya kajian komprehensif sebelum pengadaan bus sekolah bisa direalisasikan, mengingat biayanya yang tinggi dan perlu ditemukan sumber dana yang sesuai.
“Tugas kami di Dindikpora adalah pembinaan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMP. Transportasi bukan bagian dari tupoksi kami, terutama ketika terdapat angkot yang beroperasi,” tambahnya.
Hasan juga menegaskan bahwa meskipun ide ini bisa diajukan sebagai wacana, keputusan akhir akan bergantung pada dirinya sebagai pemimpin Dindikpora Kabupaten Pandeglang.
“Kalau wacanakan berpendapat boleh-boleh saja, tapi kan tetap komandan Dindikpora kan saya enggak ada komandan lain kan, tapi pada saat usulan kan yang menandantangannya kan saya komandannya,” tuturnya.
Lanjut Hasan, jika bus sekolah diadakan, akan sulit bersaing dengan angkot dan bus angkutan umum swasta yang ada, yang kemungkinan besar akan mengakibatkan kerugian. Oleh karena itu, rencana ini saat ini masih dalam bentuk wacana.
Dalam hal penegakan aturan lalu lintas, Hasan Bisri menekankan bahwa pihaknya akan memberikan pembinaan kepada siswa yang melanggar aturan tersebut.
“Ya himbauan kami kepada orangtua untuk memastikan anak-anak mereka tidak menggunakan sepeda motor ke sekolah dan lebih baik menggunakan angkot atau diantar. Dengan demikian siswa aman dan selamat,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











