PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang menawarkan pesona alam memukau. Namun, di balik keindahannya, terdapat mitos kuat yang beredar di masyarakat sekitar.
Warga Pandeglang mengidentifikasi Lawang Taji sebagai tempat paling angker dan misterius di kawasan ini. Konon, Lawang Taji merupakan gerbang menuju alam gaib. Menghubungkan kerajaan bangsa jin dengan daerah Gantarawang Lebak Banten, bahkan hingga mancanegara.
Lawang Taji punya pesona eksotis menarik, dengan keindahan alamnya yang sejuk dan pemandangan yang indah menjadikannya tempat yang banyak dikunjungi oleh mereka yang ingin mengabadikan momen dengan foto.
Namun, bagi yang memiliki mata batin, Lawang Taji memiliki aura mistis dan magis yang sangat kuat. Kang Yans, seorang ahli spiritual mengungkapkan Lawang Taji membenarkan Lawang Taji adalah pintu masuk ke alam gaib.
“Yang bisa melihat gerbang kerajaan jin ini hanya yang memiliki indra ke-6 atau kelebihan spiritual. Percaya atau tidak, setiap tempat memiliki hal gaib karena semua makhluk adalah ciptaan Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak orang yang tersesat di hutan sekitar Lawang Taji dan merasakan ketakutan yang membuat bulu kuduk merinding.
Selain itu, konon, setiap malam Selasa dan Jumat, terdengar suara seperti pintu berderit dan suara kereta kuda yang berasal dari gerbang Lawang Taji. Namun, hanya beberapa orang yang dapat mendengarnya.
Kawasan Lawang Taji menghubungkan beberapa perkampungan di sekitar kaki Gunung Karang dan merupakan akses utama ke kawasan wisata di Pandeglang.
Dalam pandangan masyarakat Pandeglang, Lawang Taji adalah tempat yang mistis dan angker, dan cerita ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat di luar Pandeglang.
Pengendara yang melintasi Lawang Taji sering kali membunyikan klakson kendaraan mereka, baik siang maupun malam. Banyak yang meyakini bahwa di kawasan ini terdapat pintu yang menghubungkan kerajaan jin terbesar di Gunung Karang.
Cerita mitos ini sering kali dihubungkan dengan pengalaman aneh, seperti mesin kendaraan yang mati tiba-tiba, penampakan saat menjelang magrib, dan suara-suara seram yang dikaitkan dengan mahluk halus penjaga kawasan ini.
Meskipun mitos ini menimbulkan kekhawatiran, banyak kaum muda saat ini menganggapnya sebagai cerita kuno yang tak perlu ditakuti.
Penting untuk diingat bahwa cerita mitos ini kembali kepada kepercayaan individu, dan keyakinan serta perlindungan hanya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











