SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pertanian (Distan) Banten mencatat per bulan September 2023, El Nino telah menyebabkan 6.253,4 hektar lahan sawah di Banten mengalami kekeringan.
Dari 6.253,4 hektare itu 997,6 hektare sawah di antaranya mengalami gagal panen alias puso. Kepala Distan Banten Agus M Tauchid membenarkan itu.
Agus mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi terhadap dampak bekepanjangan fenomena el nino itu. Salah satu dengan memberikan bantuan sumur bor kepada para petani yang terdampak kekeringan.
“Alhamdulillah kita sudah distribukan sembilan sumur bor untuk para petani. Sumur bor ini kita anggarkan melalui APBD murni Pemprov Banten tahun anggara 2023,” kata Agus M Tauchid, Senin 9 Oktober 2023.
Agus menuturkan, bantuan sumur bor itu didistribusikan ke wilayah terdampak seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang. Ketiga daerah itu diketahui merupakan setra penghasil padi di Banten.
“Kabupaten Lebak paling banyak, ada lima sumur yang kita distribuskan ke sana, tiga lagi di Kabupaten Pandeglang dan satu di Serang,” ungkapnya.
Pihaknya juga di APBD Perubahan 2023 ini juga sudah menganggarkan 10 unit sumur bor yang nantinya akan juga didistribusikan kepada para petani yang membutuhkan.
Menurutnya, setiap sumur bor ini bisa menjangkau 20 hektare lahan pertanian milik warga. Hal ini lantas bisa menyelamatkan ratusan hektare lahan padi dari ancaman puso.
“Fungsi sumur bor ini adalah untuk menyelamatkan lahan dari puso, agar lahan sawah ini juga bisa dimanfaatkan untuk ditanami sayur-sayuran lain seperti cabai, timun dan lain-lainnya,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiagakan brigade pompa yang bisa secara mobile memberikan bantuan kepada para petani yang mengalami petanian.
“Langkah upaya kita dilapangan terus dilakukan untuk menyelamatkan para petani dari kerugian. Karena petani sendiri merupakan pahlawan pangan yang berada digarda terdepan menjaga ketahanan pangan nasional kita,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











