SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melepas ekspor perdana produk briket arang batok kelapa yang diproduksi oleh PT Harapan Agri Sentosa (HAS) di KP3B, Kota Serang, Rabu 25 Oktober 2023.
Ekspor perdana ini mengirim 36 ton senilai Rp 552 juta ke Arab Saudi. Puluhan ton itu nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan industri di sana, salah satunya yakni Rokok Shisha Arab.
Namun, bahan baku dari briket arang batok kelapa itu masih dikirimkan dari luar Provinsi Banten. Hal itu diakui langsung oleh Direktur PT HAS Badri.
Badri mengungkapkan, saat ini dirinya hanya mendapatkan bahn baku arang batok kelapa dari daerah Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak saja. Namun, bahan baku di sana masih belum mencukupi kebutuhan produksi.
“Kalau dari Banten itu dari Malingping, sisanya dari Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena di kita (Banten,-red) tak cukup untuk produksi,” ujar Badri.
Ia menyebut, lebih dari 85 persen bahan baku briket batok kelapa didapatkan dari wilayah Sumatera. Badri mengaku miris dengan kondisi saat ini, dimana kelapa di Banten masih dipandang sebelah mata.
Warga kebanyakan hanya memanfaatkan buah muda atau kelapa mudanya saja. Padahal, seluruh bagian dari kelapa bisa dirupiahkan.
“Kayaknya orang males jadi petani kelapa. Kita ingin memberikan masukan dan pemerintah dan masyarakat, bahwa pentingnya untuk regenerasi. Karena kelapa adalah buah yang tak mengenal musim dan tidak perlu dipakai pupuk berbeda dengan tanaman lainnya,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengaku siap untuk menerima kiriman arang batok kelapa dari perkebunan maupun pelaku industri untuk dijadikan briket. Dengan syarat, arang itu harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh tim quality control pihaknya.
“Kualitas batok ada standarnya mulai dari kandungan air dan warna setelah dibakar, itu ada standar yang terapkan kepada supplier,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











