LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Usaha pabrik penggilingan padi di Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, ikut merasakan dampak kekeringan. Pabrik penggilingan padi itu terpaksa ditutup lantaran banyak petani yang mengalami gagal panen.
Pemilik usaha penggilingan padi, Muhidin mengatakan, usahanya sudah hampir dua bulan tidak berjalan karena tidak ada petani yang menggiling gabah.
“Saya sekarang gak giling padi, jadi gak ada produksi padi. Saat ini sudah rugi karena penghasilan gak ada, tapi kan mesin harus dirawat juga,” katanya, Minggu, 29 Oktober 2023.
Diketahui kemarau panjang telah berpengaruh pada hasil padi dan panen petani. Sehingga para petani banyak yang mengalami gagal panen dan pendapatan tidak maksimal.
Muhidin mengungkapkan, saat panen biasanya bisa menggiling 40-50 karung per hari, namun setelah kemarau melanda, gabah yang dihasilkan hanya menghasilkan 10-20 karung.
“Kalo sekarang rugi ya, penghasilan dengan modal perbelanjaan tidak sesuai. Jadi lebih mahal ke perbelanjaan dan banyak pengeluaran,” ujarnya.
Kondisi kekeringan yang terjadi, banyak dikeluhkan oleh petani. Musim hujan mundur, sungai kering hingga fenomena El Nino, menjadi akibat banyak petani yang gagal panen.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak memprediksi hujan akan turun pada bulan November 2023.
Sementara salah seorang petani, Dadang menyebutkan, saat ini sudah tidak memiliki banyak stok gabah dan hanya tersisa belasan karung.
“Saya dan yang lainya sekarang menghemat, dalam satu bulan saya hanya menggiling satu sampai tiga karung saja,” ujarnya.
Dia berharap kadaan kekeringan dan kesulitan petani segera dapat diatasi dan petani bisa kembali panen lagi.
“Karena kan sekarang seperti ini, semoga kedepannya gak kaya gini lagi. Petani bisa panen banyak, karena akhir-akhir ini sudah mulai turun hujan,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











