CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pengguna layanan tiket kapal ferry online Ferizy sudah tembus angka 1,8 juta orang.
Penerapan penjualan tiket online via Ferizy dan berbasis website itu merupakan strategi PT ASDP Indonesia Ferry dalam memperkuat transformasi digital.
Layanan tiket online tersebut sudah diterapkan oleh ASDP selama tiga tahun.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin mengatakan, manajemen memahami pentingnya beradaptasi dengan tren teknologi yang terus berkembang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Saat ini, digitalisasi telah menjadi keharusan dan berhasil memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan transaksi pembayaran pada layanan transportasi.
Shelvy menceritakan perjalanan digitalisasi ASDP hingga akhirnya mampu menerapkan implementasi tiket online tersebut di 17 pelabuhan.
”Mengawali digitalisasi, mulanya ASDP melakukan perubahan layanan tiket sobek (manual) menjadi tiket digital pada 45 pelabuhan, terdiri dari 34 pelabuhan milik ASDP dan 11 lainnya milik non ASDP. Kemudian dilanjutkan dengan perubahan metode pembayaran tunai menjadi non tunai (cashless), di mana ASDP mendukung program Pemerintah dalam hal elektronifikasi pembayaran di pelabuhan penyeberangan dan mempercepat layanan transaksi pembelian tiket di loket pelabuhan, serta meningkatkan revenue assurance dan meminimalisir praktik penyalahgunaan pembayaran,” papar Shelvy melalui keterangan tertulis yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 10 November 2023.
Sistem reservasi tiket secara daring itu mendapatkan apresiasi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, menilai bahwa penerapan reservasi online yang dilakukan ASDP merupakan suatu hal yang positif bagi para pengguna jasa.
“Masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan tiket online Ferizy secara mudah, diimbau juga kepada masyarakat untuk tidak membeli via calo atau agen perjalanan yang mengenakan biaya tambahan secara sepihak dan ilegal.”
“Beli lah melalui cara yang lebih mudah dan legal. Sebaiknya manajemen ASDP terus menginformasikan dan mensosialisasikan hal ini pada masyarakat dan calon konsumennya, agar tak terjebak membeli via calo,” ungkapnya.
Pengamat Transportasi Digitalisasi dan Akademisi PTN Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Ilham Malik, berpendapat bahwa digitalisasi di sektor transportasi memudahkan pemetaan demand supply dan sistem pembayaran.
“Dengan adanya digitalisasi, kita bisa melakukan berbagai hal termasuk di antaranya mengumpulkan data yang ada. Kemudian, dapat mempermudah sistem pembayarannya.”
“Saya kira sistem pembayaran itu sebagai sebuah hal yang utama. Dengan digitalisasi tersebut, ASDP bisa mengetahui demand tertinggi terjadi pada jam berapa, sehingga ASDP bisa menyiapkan supply berupa kapal pada waktu kapan saja,” ujarnya.
Ilham turut mengapresiasi transformasi digitalisasi yang telah dilaksanakan oleh ASDP.
Menurutnya, seluruh database yang dimiliki oleh ASDP dapat diolah sedemikian rupa, sehingga banyak informasi yang bisa menjadi dasar dalam membuat kebijakan agar pelayanan kepada penumpang semakin meningkat. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agus Priwandono











