LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Badan Penyelemat Wisata (Balawista) Lebak menyelamatkan seorang pemuda wisatawan asal Kabupaten Bogor yang terbawa ombak dan arus Pantai Ciantir, Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Minggu, 14 Januari 2024.
Ketua Balawista Lebak, Erwin Komarsukma, mengatakan, pemuda berusia 19 tahun bernama Rijal asal Kabupaten Bogor tengah berenang di Pantai Ciantir bersama rombongnya. Rijal kemudian terseret ombak yang lumayan tinggi.
“Alhamdulillah, tim Balawista berhasil mengevakuasi korban dan menyelamatkan warga Bogor yang tengah berenang di Pantai Ciantir, Sawarna,” kata mantan Kepala Desa Sawarna ini.
Dia mengatakan, korban bersama sembilan orang temannya berenang di daerah arus deras yang telah dipasang rambu larangan berenang. Beruntung, kata Erwin, tim Balawisra sigap membantu korban.
“Kami mengimbau kepada wisatawan agar benar-benar mematuhi imbauan atau larangan dari petugas yang berjaga di pantai, apalagi saat ini gelombang pantai cukup tinggi. Perhatikan pantai yang ada larangan tidak boleh berenang untuk keselamatan. Korban berenang di arus deras yang ada rambu larangan berenang,” jelasnya.
Erwin mengaku terus menginstruksikan kepada tim Balawista untuk tetap waspada dan melakukan pemantuan di kawasan pantai, mengingat terkadang ada wisatawan yang abai akan rambu-rambu peringatan yang telah dipasang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengimbau warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat musim cuaca ekstrem seperti saat ini. Cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, dan lain-lain.
Febby mengatakan, dampak yang ditumbulkan dari cuaca ekstrem ini banjir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, dan lainnya.
“Waspada longsor bagi yang tinggal di perbukitan atau lereng dan pegunungan. Waspada jalan licin dan pandangan terbatas saat berkendara, berlindung di tempat aman saat hujan disertai petir, pemangkasan pohon-pohon besar dan lakukan pengecekan pembersihan drainase antispasi banjir,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











