PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang menyampaikan tantangan serius yang dihadapi oleh sejumlah pelaku UMKM, yakni kredit macet.
Doni Romdoni, Jabatan Funsional pada Bidang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM pada Diskoperindag Pandeglang, mengungkapkan, saat ini ada UMKM menghadapi kesulitan dengan beban kredit.
“Saya melihat indikatornya sederhana, bisa dicek di perbankan. Banyak UMKM yang kreditnya macet,” ungkap Doni, Rabu 17 Januari 2024.
Doni menyampaikan, kemungkinan banyak pelaku UMKM tidak mampu membayar cicilan karena dampak persaingan usaha dengan usaha di platform online.
“Mereka tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran cicilan, terutama bagi binaan UMKM yang telah mendapatkan kredit usaha rakyat atau KUR). Kondisi riil saat ini memang menunjukkan tantangan serius bagi UMKM,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, Diskoperindag Pandeglang mencatat sekitar 260 ribu UMKM dengan beragam kategori, melibatkan sektor agribisnis, kuliner, fashion, otomotif, dan lain sebagainya. UMKM dibedakan sesuai dengan Undang-undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil, yang mengelompokkan berdasarkan besarnya modal.
Ia menjelaskan, UMKM dikategorikan sebagai mikro jika modalnya nol hingga lima puluh juta rupiah tanpa tanah dan bangunan. Sementara kategori kecil mencakup modal lima puluh juta hingga dua setengah miliar rupiah, dan kategori menengah berkisar antara dua setengah miliar hingga sepuluh miliar rupiah.
Ia menambahkan bahwa dari pengalaman bertemu pelaku UMKM yang telah memperoleh KUR, sebagian besar dari mereka mengalami kendala dalam pembayaran kredit ke perbankan.
“Banyak dari mereka yang mengalami masalah pembayaran, mulai dari yang baru dua atau tiga bulan hingga yang sudah macet total dan berbagai situasi lainnya. Semuanya mulai tersendat,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mendorong peningkatan daya beli masyarakat.
“Kita perlu mendukung dan mendorong daya beli masyarakat, terutama karena mayoritas penduduk Pandeglang adalah petani. Harapannya, petani dapat mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka, mengingat sebagian pelaku UMKM juga berperan sebagai petani,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor : Aas Arbi











