PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pandeglang menggelar tasyakuran dan santunan dalam menyambut HUT PWI dan Hari Pers Nasional (HPN) ke-78 tahun 2024. Kegiatan ini digelar di Sekretariat PWI Kabupaten Pandeglang.
Ketua PWI Kabupaten Pandeglang, Yanadi, mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang sudah menyempatkan hadir pada peringatan HPN dan HUT PWI tahun 2024 di Sekretariat PWI Pandeglang.
“HPN pada tahun ini mengusung tema, Mengawal Transisi Kepemimpinan Nqsional dan Menjaga Keutuhan Bangsa,” katanya di Sekretariat PWI Kabupaten Pandeglang, Jumat, 9 Februari 2028.
Tema ini diusung bersamaan dengan akan dilaksanakannya pesta demokrasi Pemilu pada 14 Februari 2024.
“Sehingga kami sebagai media harus independen dan berperan aktif dalam menyukseskan agenda Pemilu. Terutama dalam mencegah berita-berita hoaks,” katanya.
Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari, sekaligus memperingati lahirnya organisasi PWI.
“PWI merupakan organisasi wartawan pertama di Indonesia sebagai konstituen Dewan Pers,” katanya.
PWI berdiri pada 9 Februari 1946 di Solo. Lahirnya PWI menjadi bukti bahwa wartawan turut berjuang dalam menentang kembalinya penjajah ke tanah air.
“Maka dari itu, 9 Februari dikenal sebagai Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI,” katanya.
Yanadi menegaskan, selaku wartawan dapat introspeksi diri dalam menyajikan berita-berita yang berkualitas, berimbang, konstruktif, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.
“Sekaligus diberikan kesehatan, kebarokahan, dan dijauhkan dari marabahaya saat melaksanakan tugas jurnalistik,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Tb Nandar Suptandar, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pandeglang, Irna Narulita, yang tidak dapat menghadiri tasyakuran HPN dan HUT PWI Kabupaten Pandeglang.
“Ibu Bupati berpesan dalam rangka menyambut hajat pesta demokrasi, PWI tetap membantu menjadi garda terdepan menjaga kondusifitas daerah,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











