TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI mendapat sorotan dari Direktur Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul.
Adib menilai, terdapat tiga tugas berat dan pekerjaan rumah yang menanti AHY usai dilantik menjadi Menteri ATR/BPN.
Permasalahan pertama, menurutnya, soal mafia tanah yang hingga kini belum terselesaikan.
Adib menilai, masalah mafia tanah belum serius dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN RI. Dimana, hingga kini mafia tanah besar belum tersentuh oleh Kementerian ATR/BPN RI.
“Mafia tanah yang disikat yang kecil-kecil saja, yang besar tidak,” ujarnya, Rabu, 21 Februari 2024.
Permasalahan kedua, sambung Adib, yakni mengenai mutasi pejabat di lingkungan Kementerian ART/BPN RI yang dinilai masih menerapkan sistem suka atau tidak suka.
“Mereka yang tidak punya kompetensi tapi memiliki networking yang baik, mereka yang diangkat. Sedangkan yang punya kualitas dan punya komprtensi justru tidak memiliki jabatan. Ini menurut saya masih berlaku di Kementerian ATR,” tambahnya.
Permasalahan ketiga adalah mengenai PTSL. Menurutnya, banyak masalah yang timbul di masyarakat akibat pemenuhan target PTSL yang diterapkan oleh Kementerian ATR/BPN RI.
“AHY adalah sosok pemimpin muda dan potensial. Ketika ia mampu membuktikan dapat menyelesaikan tiga masalah tersebut, maka ia patut dikatakan berhasil menjadi seorang pemimpin,” tambahnya.
Menurutnya, masuknya Demokrat dalam Kabinet Indonsia Maju 2019-2024 menunjukkan sebuah pesan politik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
“Jokowi sedang melakukan down painment politik untuk selanjutnya dilanjutkan Prabowo dalam hal komposisi kabinet mendatang. Jokowi, menurut saya tegas menari-nari di atas kekalahan Megawati. Ini bentuk serangan psikologis politik ke Megawati Soekarno Putri sebenarnya, sekaligus menantang Megawati untuk memecat Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan ,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











