PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mempersilakan investor untuk mendirikan mal di Kabupaten Pandeglang. Respons warga Pandeglang, ada yang mendukung dan ada yang mengatakan bahwa Pandeglang belum perlu punya mal.
Terkait pembangunan mal di Pandeglang, Bupati Irna Narulita mengungkapkan, Pemkab Pandeglang menyambut baik kedatangan para investor untuk membangun fasilitas tersebut.
Menurutnya, pembangunan mal diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendongkrak perekonomian daerah.
“Kami merangkul para aktivis pergerakan NJO, yuk bareng-bareng dukung mereka, kalau mereka nyaman di sini, membuat pabrik, yang bekerja kan nanti anak-anak kita semua yang pada lulus sekolah,” ungkapnya, Rabu, 21 Februari 2024.
Saat ditanya tentang kemungkinan adanya mal di Pandeglang, Irna menegaskan bahwa pembangunan mal bukanlah kewenangan Pemerintah Daerah, melainkan merupakan dari pihak swasta atau investor yang akan membangun mal di Kabupaten Pandeglang.
“Belum ada yang mau datang, dipikir daya belinya kecil, kan yang mau buat mal itu bukan Bupati, itu harus swasta yang datang,” katanya.
Irna menekankan pentingnya bagi para investor swasta untuk memastikan bahwa lingkungan investasi mereka nyaman dan tidak terganggu, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Swasta mau datang itu satu, nyaman enggak yah, enak enggak yah, di sini kami diganggu enggak yah, kami investor punya modal,” jelasnya.
Irna mengambil sikap sebagai contoh ia mengungkapkan bahwa pada tujuh tahun lalu adanya pembangunan di Saruni Jaya terhambat oleh demonstrasi yang berkelanjutan, meskipun investornya adalah kalangan pengusaha yang memiliki modal besar.
“Padahal mereka itu bohir yang punya modal, nah sekarang aja Ibu nunggu, mana sih yang mau membangun pasar modern representatif yang mau bangun mal. Ibu nunggu-nunggu nih, mereka datang, pergi lagi, jadi bukan Pemda nih yang mau bangun mal. Kalau mereka swasta enggak betah di sini, sedih deh saya,” tuturnya.
Salah satu warga Pandeglang, Fika menilai, keberadaan mal bisa mempermudah warga untuk membeli barang-barang tertentu, mengingat tidak semua barang-barang yang masyarakat perlukan ada di pasar tradisional.
“Tapi kalau benar-benar ada mal juga memudahkan untuk belanja, karena beberapa barang kan tidak ada di pasar tradisional,” ucapnya.
Warga lainnya, Fauzi, mengatakan tidak begitu mempermasalahkan jika ada mal di Pandeglang.
“Kalau saya ada tidaknya mal di Pandeglang sama saja. Tapi kalau ada mal ya semakin baik dan kalau tidak ya tidak apa-apa, karena saya sudah lama juga tidak ngemal,” katanya.
Selain itu, jika ada mal di Pandeglang bisa memangkas biaya transportasi. Mengingat selama ini harus ke Kota Serang, Kota Cilegon, dan Tangerang untuk menikmati fasilitas mal.
“Apalagi selama ini kalau ke mal saya harus ke Serang, Cilegon, sama Tangerang. Jadi kalau seumpama dibuat mal di daerah Pandeglang kan enak sekali,” katanya disusul tawa.
Meski begitu, Fauzi menilai, pembangunan mal di Pandeglang hanya akan menimbulkan dampak negatif. Namun, semua itu tergantung bagaimana Pemkab memperhatikan aspek-aspek tertentu dalam pembangunan mal.
“Iya, balik lagi bagaimana menyikapinya, kemudian dikit-dikit jangan terus didemo karena pasti ada hal positifnya, balik lagi sih ke mindset pemikiran orang-orangnya yang memang ingin kemajuan untuk daerah tercinta,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono










