LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), satgas optimalisasi PAD Kabupaten Lebak melaksanakan rapat kerja Satgas optimalisasi pendapatan daerah di ruang rapat terbatas Setda Lebak, Kamis, 28 Maret 2024.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Doddy Irawan menjelaskan, perlu langkah strategis dalam pengoptimalan pendapatan sektor pajak pada 2024, sehingga tidak ada kebocoran pajak, mengingat pada 2023 pendapatan pada sektor pajak belum cukup optimal dalam memenuhi target.
“Pajak tersebut menjadi pendapatan daerah yang kemudian kebermanfaatannya dapat dirasakan masyarakat melalui pembangunan Kabupaten Lebak,” kata Doddy.
Doddy menjelaskan untuk mengoptimalkan pendapatan pajak daerah selama ini telah dilaksanakan beberapa upaya.
“Kami satgas optimalisasi PAD telah melakukan upaya optimalidssi pajak selama ini seperti melakukan relaksasi pajak, kolaborasi dengan stakeholder, intensifikasi dan ekstensifikasi, melakukan pengendalian dan pengawasan pemungutan pajak, serta membuat layanan pajak digital. Namun masih ada kendala dalam pengoptimalan pemenuhan target pajak, sehingga diperlukan strategi akan hal tersebut,” jelas Doddy.
Dia mengatakan, target pajak daerah tahun 2024 sebesar Rp195 miliar. Nilai ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp182,2 miliar.
Dia menerangkan untuk merealisasikan target pajak daerah itu Bapenda melakukan beberapa cara. Salah satunya pendekatan juga pemutakhiran terhadap beberapa pajak prioritas.
“Kami terus melakukan pemutakhiran di beberapa jenis pajak yang menjadi prioritas yaitu pajak penerangan jalan yang tahun ini berubah jadi PBJT, mineral bukan logam dan batuan, PBB dan BPHTB beberapa jenis itu yang menjadi titik prioritas dalam pemutakhiran,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Lebak lwan Kurniawan mengatakan, perlu ada komitmen bersama dalam realisasi target pendapatan daerah, dalam hal ini pajak daerah.
“Harus dilakukan updating data yang mendukung pengoptimalan pajak daerah, kemudian dilakukan pemetaan potensi dan permasalahan yang ada sehingga dapat dirumuskan strategi pemenuhan target pendapatan,” kata Iwan.
Editor : Merwanda











