PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Kantor Cabang BRI Pandeglang menyelenggarakan Panen Hadiah Simpedes (PHS) periode 1 September 2023 sampai 28 Februari 2024. Panen Hadiah Simpedes digelar Kantor Cabang BRI Pandeglang berlangsung meriah dengan hadiah grand prize satu unit mobil Avanza senilai Rp210.326.000.
Hadiah grand prize berupa satu unit Toyota Avanza didapatkan oleh Nasabah Kantor Unit BRI Pasar Barat Pandeglang.
Pimpinan Cabang BRI Pandeglang Indrayana mengucapkan, rasa syukur alhamdulillah, Kanca BRI Pandeglang telah sukses menyelenggarakan PHS untuk undian periode 1 September 2023 sampai 28 Februari 2024.
“Setiap uang yang ada di tabungan Simpedes mulai periode 1 September sampai 28 Februari itu mendapatkan poin undian. Setiap uang Rp100 ribu itu mendapatkan satu poin,” katanya di Kantor Cabang Bank BRI Pandeglang, Sabtu, 18 Mei 2024.
Indrayana menjelaskan, jadi kalau kelipatan, kelipatan, kelipatannya jadi semakin banyak mendapatkan poin dan kesempatan mendapatkan hadiah.
“Dan kita undi secara transparan, akuntabel dan semuanya tidak ada yang direkayasa,” katanya.
Panen Hadiah Simpedes periode kali ini banyak hadiahnya. Sebanyak empat buah kulkas dua pintu, empat buah tv, enam unit mesin cuci.
“Enam unit sepeda motor Honda Beat, dan hadiah hiburan lainnya. Adapun hadiah utama pada Panen Hadiah Simpedes periode 1 September 2023 sampai 28 Februari 2023 yaitu satu unit Toyota Avanza,” katanya.
Indrayana mengajak, kepada nasabah agar menambahkan dananya di Simpedes BRI. Semakin banyak saldonya semakin banyak hadiah diberikan kepada nasabah yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Terima kasih atas kerjasama nasabah di sekitar Kabupaten Pandeglang. Semoga BRI kedepannya bisa tambah jaya, bisa terus melaksanakan Panen Hadiah Simpedes ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kacab BRI Pandeglang Indrayana mengingatkan kepada nasabah BRI agar mewaspadai modus kejahatan Soceng atau Social Engineering.
“Social Engineering itu apabila ada kiriman pesan melalui SMS, whatsapp. Mengatasnamakan BRI, apapun itu, untuk membuka file, atau APK yang saat ini sudah dimodifikasi,” katanya.
Ada berupa surat tilang, ada undangan nikah, ada tagihan listrik, paket JNT. Banyak sekarang model-modelnya.
Membuat lengah arus mempengaruhi pemikiran korbannya. Nanti begitu diklik. Lalu kirim pasword dan notifikasinya. Ibaratnya ngasih kunci rumah ke mereka (pencuri) mengobrak-ngabrik isinya dan habis semua saldo tabungan dikuras oleh pencuri,” katanya.
Oleh karena itu, Ia hanya bisa mengedukasi dan mengingatkan kepada nasabah agar berhati-hati terkait dengan aksi kejahatan modus Soceng. Banyak orang pengen cepet kaya dengan mencuri melalui digitalisasi sekarang ini.
“Soceng adalah aksi kejahatan dengan mencoba memanipulasi psikologis para korbannya dengan mempengaruhi pikiran mereka. Kejahatan ini cenderung memanfaatkan kesalahan dan ketidakcermatan dari korbannya dalam menyikapi sesuatu di dunia maya sehingga tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi sasaran dari aksi kejahatan,” katanya.
Petugas Dinas Sosial Provinsi Banten Agustin Heryati mengungkapkan, pelaksanaan PHS ini berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 1954 tentang undian.
“Dan Permensos nomor 4 tahun 2021 tentang undian gratis berhadiah. Dalam mewujudkan undian berhadiah dengan Tertib, transparan dan akuntabel,” katanya.
Dengan demikian Bank BRI telah mendukung usaha-usaha pembangunan bidang kesejahteraan sosial. Melalui dana kesejahteraan sosial yang setiap tahunnya setiap penyelenggaraan undian berhadiah.
“Disetorkan melalui kas negara sebesar 10 persen dari total nilai hadiah diberikan kepada masyarakat,” katanya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











