LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan hasil survey Paradigma Indonesia, Bakal Calon Bupati Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi dibandingkan calon lainnya. Namun, elektabilitas putera mantan Bupati Lebak 2003-2013 Mulyadi Jayabaya ini belum aman, karena elektabilitasnya hanya 24,5 persen.
Direktur Paradigma Indonesia Zulfian Hanif mengungkapkan, Hasbi Asyidiki Jayabaya memperoleh tingkat keterpilihan (elektabilitas) 24,5% pada pertanyaan terbuka dan 30,2% pada pertanyaan semi terbuka. Hasbi dipandang mampu mengatasi masalah ekonomi (21,1%), berasal dari keluarga tokoh politik (17,3%), berwibawa (12,%) dan putra daerah (18,8%).
Sementara itu, rival Hasbi dipilih karena tokoh agama jatuh kepada KH. Syaepudin Asy Syadzily (8,4%). Figur tokoh agama ini merupakan satu-satunya penilaian terbesar pemilih pada KH. Syaepudin Asy-Syadzily. Figur lain yang dipilih, yakni Faizal Hermiansyah dan Sanuji Pentamarta masing-masing mendapatkan 4,5%.
“Kedua figur ini memiliki kontribusi penilaian berbeda dari pemilih,” kata Zulfian kepada wartawan saat konferensi pers di Rahaya Hotel, Senin 8 Juli 2024.
Ia menyebutkan, dari hasil survey, Faizal mendapatkan kontribusi luar biasa besar dari pemilih yang menilai sebagai orang yang berwibawa (45%) dan berjiwa sosial (20%). Sanuji mendapatkan kontribusi penilaian dari pemilih sebagai orang yang jujur (16,7%) dan mampu mengatasi masalah ekonomi (11,1%).
Sementara itu, level keterkenalan Hasbi, hampir mencapai puncak (75%) dan disukai oleh 66% pemilih. Sedangkan, kompetitornya, yakni KH. Syapudin Asy-Syadzily, Faizal Hermiansyah dan Sanuji Pentamarta berada di bawah 35%.
“Akan tetapi, dengan hampir tingginya tingkat kedikenalan Hasbi tidak berbanding lurus dengan elektoral yang masih di bawah 50%,” ujar Zulfian.
Untuk itu, posisi Hasbi di Pilkada Lebak 2024 masih belum aman, karena pada pertanyaan terbuka elektabilitas politisi PDI Perjuangan ini baru 24,5 persen. Sedangkan swing voter masih tinggi, yakni 53,9 persen. Artinya, peluang bakal calon Bupati lain mengalahkan Hasbi Jayabaya masih cukup terbuka.
“Iya, ini karena swing voter-nya masih tinggi. Jadi, Hasbi belum aman dan belum dominan,” tegasnya.
Zulfian menjelaskan, dari simulasi pemilihan calon Bupati Kabupaten Lebak melalui simulasi 10 calon, 6 calon, 4 calon, 3 calon hingga 2 calon, Hasbi selalu unggul dengan gap/selisih lumayan signifikan dibanding kompetitornya.
“Yang menarik dari temuan survei ini adalah, jika Hasbi dihilangkan atau tidak mencalonkan diri maka Faizal Hermiansyah menjadi figur yang dianggap oleh public Kabupaten Lebak sebagai sosok yang layak menjadi Bupati meski terjadi penundaan atau undecided voter yang meningkat secara signifikan,” ucapnya.
“Pun demikian, Sanuji menjadi figur yang dipandang layak menjadi Bupati Kabupaten Lebak jika Hasbi dan Faizal Hermiansyah tidak mencalonkan diri dengan tetap penundaan atau undecided voter meningkat tajam,” tambah Zulfian.
Dijelaskan Zulfian, potensial calon setelah Hasbi adalah Faizal Hermiansyah. Dia dinilai memiliki latar belakang dan kemampuan yang sama, masih muda dan berwibawa.
“Calon ini akan menjadi penantang serius dan bisa menggaet masyarakat yang belum menentukan pilihan (Undiced Voter). Karena sosok ini dapat melampaui tokoh-tokoh lama seperti Suparman, Sanuji, Junaedi Ibnu Jarta, dan lain-lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, Hasbi sendiri sudah memiliki tingkat pengenalan diangka 75% dan elektabilitas 24,5%. Namun elektabilitas tersebut belum cukup untuk menjadikannya sebagai pemenang.
“Artinya Hasbi sendiri belum cukup kuat dan layak bisa menjadi pemenang. Semua calon masih harus bekerja keras untuk memenangkan hati pemilih,” tandasnya.
Diketahui survei dilaksanakan pada 25 sampai 30 Juni 2024. Penentuan sampel menggunakan metode multi stage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 440 responden, memiliki toleransi kesalahan (margin of error) ± 4,8% pada tingkat kepercayaan 95 persen.(*)
Editor: Mastur Huda











