PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gerakan Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an tengah digaungkan Lembaga Pembinaan Qiroatil Quran (LPQQ) Indonesia di Kabupaten Pandeglang
Bahkan, buta aksara Al-Qur’an di Indonesia disebut-sebut masih sangat tinggi, mencapai 65 persen.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur’an (DPP LPQQ), Mahfud Sholeh Zarkasyi, dalam agenda penandatanganan piagam Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an di Pendopo Bupati Pandeglang, Rabu, 10 Juli 2024.
Mahfud menjelaskan bahwa kenyataan ini pertama kali diungkapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia saat keduanya menghadiri kegiatan MTQ Nasional 2020 di Provinsi Sumatera Barat.
“Saya nyatakan kondisi Indonesia sangat memprihatinkan, dan yang menyatakan bukan tokoh daerah, namun Menteri Agama Republik Indonesia pada MTQ Nasional Tahun 2020 di Sumatera Barat. Beliau menyatakan bahwa 65 persen mayoritas muslim di Indonesia masih buta aksara Al-Qur’an,” kata Mahfud.
Mahfud menambahkan, tingginya jumlah umat muslim yang masih buta aksara Al-Qur’an menjadi latar belakang utama digalakkannya Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an.
Dalam prosesnya, LPQQ berdiri tanpa dukungan dan fasilitas dari pihak manapun, hanya bermodalkan semangat dan keterpanggilan untuk mengatasi persoalan ini.
“Kalau tidak karena Al-Qur’an, mustahil saya bisa berdiri di sini (Pendopo Bupati Pandeglang). Maka LPQQ ini mengalir saja bersama takbir. Biarkan Allah yang memberikan perhatian kepada kita. Jangan mengemis-ngemis meminta perhatian, tawakal kepada Allah, Allah yang memperhatikan dan terbukti,” ucapnya.
Lanjutnya, LPQQ adalah organisasi yang bergerak hingga akar-akarnya. Oleh karena itu, pihaknya sepakat untuk meluncurkan Mualim Center di Kabupaten Pandeglang.
“Alhamdulillah, dari Pemda dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) serta pihak lainnya sangat merespons dengan baik. Banyak sekali inspirasi-inspirasi dari Pandeglang, dan kami akan bergerak di seluruh pelosok Tanah Air,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Setda Pandeglang, Abdul Hadist Muntaha, menyampaikan bahwa keberadaan Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur’an (LPQQ) lebih fokus pada pembelajaran Al-Qur’an, terutama bagi warga Pandeglang.
“Sebetulnya LPQQ ini dideklarasikan secara nasional baru pada tahun 2023. Jadi, LPQQ lebih ke pemberdayaan guru-guru ngaji di desa-desa,” ujarnya.
Abdul Hadist menjelaskan bahwa di Kabupaten Pandeglang, banyak warga yang sudah bisa membaca Al-Qur’an, namun belum sesuai dengan kaidah tajwid dan mahraj yang benar.
“Tadi sudah disinggung oleh Ketua DPP LPQQ, kita masih di bawah 50 persen. Artinya, banyak yang sudah bisa membaca Al-Qur’an, tetapi bacaannya belum benar,” lanjutnya.
Melalui Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an, Abdul Hadist berharap upaya ini dapat menjadi langkah penting dan strategis untuk mewujudkan masyarakat muslim yang mampu membaca dan mencintai Al-Qur’an. (*)
Editor: Agus Priwandono











