LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak mencatat jumlah pencari kerja (pencaker) pada Januari-Juli 2024 sebanyak 4.952 orang.
Ribuan pencaker tersebut datang dari seluruh wilayah Lebak yang didominasi oleh usia muda.
Mayoritas kalangan Generasi Zilenial atau Gen Z yang baru lulus SMA dan SMK.
Sekretaris Disnaker Lebak Rully Chaeruliyanto mengatakan mayoritas pencaker masih usia muda.
“Dominasi SMA dan SMK di usia 18 tahun rata-rata umurnya karena sesuai permintaan perusahaan. Rata-rata memang mau bekerjanya di luar, ya di Jabodetabek,” kata Rully kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 16 Agustus 2024.
Menurutnya, angka pencaker di Lebak mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir, terlebih usai pandemi Covid 19 yang terjadi dua tahun lalu.
“Pencaker tahun 2022 sebanyak 8.668, pencaker tahun 2023 7.536 dan terbaru tahun 2024 sebanyak 4.952 orang, ini merupakan data dari bulan Januari sampai Juli,” tuturnya.
Diketahui dalam membuka informasi lowongan pekerjaan dan penyediaan lapangan pekerjaan, Disnaker Lebak terus melakukan upaya dengan membuka pelatihan komputer, montir, menjahit, dan lainnya.
Selain itu, untuk informasi lowongan pekerjaan bisa diakses informasinya di media sosial Disnaker Lebak.
Rully mengakui, terkadang pencaker di Lebak tidak melapor kembali setelah mendapatkan pekerjaan atau bekerja di luar Lebak.
“Jadi hanya ada beberapa paling yang melapor, makanya kadang kita kontak nomor yang ada, mereka konfirmasi sudah dapat pekerjaan. Ya kita kasih imbauan untuk melapor ke kantor Disnaker kalau sudah dapat pekerjaan,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Penempatan Perluasan, dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker Lebak Deni Triasih mengatakan, mayoritas pencaker akan banyak pada bulan Mei, Juni, Juli dan pascalebaran.
“Naiknya Mei, Juni, Juli kelulusan pas masa sekolah dan sesudah Lebaran dan biasanya akan turun di bulan September. Dominasi pencaker memang mereka yang lulusan SMA dan SMK rata-rata,” tandasnya.
Editor: Aas Arbi











