• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Kekeringan Meluas di Pandeglang, Warga 3 Desa Terpaksa Beli Air dengan Harga Selangit

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Senin, 9 September 2024 15:26
in Pandeglang, Utama
Kekeringan Meluas di Pandeglang, Warga 3 Desa Terpaksa Beli Air dengan Harga Selangit

Warga di Kecamatan Cadasari alami kekeringan. Foto Moch Madani Prasetia

PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Kekeringan semakin parah melanda Kabupaten Pandeglang, khususnya di Kecamatan Cadasari. Tiga desa di wilayah ini, yaitu Desa Tapos, Desa Koranji, dan Desa Kaduela, telah mengalami krisis air bersih selama satu bulan terakhir.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa menggunakan air dari musala setempat, yang bersumber dari mata air Gunung Karang. Penggunaan air ini diatur dengan jadwal ketat karena pasokan yang terbatas.

RelatedPosts

HUT ke-73 KPU, KPU Pandeglang Santuni Puluhan Anak Yatim

HUT ke-73 KPU, KPU Pandeglang Santuni Puluhan Anak Yatim

Minggu, 8 November 2026 14:13
Cetak Generasi Berakhlakul Karimah, Bupati Pandeglang Perkuat Sinergi dengan MUI

Cetak Generasi Berakhlakul Karimah, Bupati Pandeglang Perkuat Sinergi dengan MUI

Minggu, 8 November 2026 14:02
Dua Atlet Pushbike Asal Pandeglang Raih Perunggu untuk Kontingen Cilegon

Dua Atlet Pushbike Asal Pandeglang Raih Perunggu untuk Kontingen Cilegon

Minggu, 8 November 2026 12:16
Ritel Modern Menjamur, Fraksi Demokrat Usulkan Revisi Perda Waralaba Pandeglang

Ritel Modern Menjamur, Fraksi Demokrat Usulkan Revisi Perda Waralaba Pandeglang

Minggu, 8 November 2026 11:45

Selain itu, warga juga memanfaatkan aliran air langsung dari mata air Gunung Karang, meskipun debit airnya kini mulai menipis.

Kasi Kesejahteraan Sosial Desa Koranji, Saprudin, mengungkapkan bahwa warga di desanya telah mengalami kekeringan selama hampir satu bulan.
Akibatnya, mereka harus menempuh jarak lebih dari dua kilometer ke sumber air di Suka Cai setiap pagi dan sore, meski air tersebut masih belum mencukupi kebutuhan mereka di rumah.

“Di Desa Koranji, masyarakat terpaksa turun ke sumber air setiap pagi dan sore karena kekeringan. Airnya pun sedikit, jadi banyak yang juga membeli air dari truk tangki sesuai kemampuan,” ungkap Saprudin, Selasa 20 Agustus 2024

Menurut Saprudin, Kasi Kesejahteraan Sosial Desa Koranji, ada 11 kampung di desa tersebut yang terdampak krisis ini. Meski air masih menetes walau dalam jumlah sangat sedikit, pihak desa belum mengajukan permohonan bantuan.

Namun, ia menegaskan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah.

“Di desa kami ada sebelas kampung yang mengalami krisis air bersih. Kami berharap ketika permohonan bantuan diajukan, semua warga bisa mendapatkan air bersih secara merata. Kami akan segera mengusulkan bantuan air ke pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Putat, Desa Koranji, Rohayati mengungkapkan bahwa ia mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di rumahnya. Dampak kemarau membuat air sangat sulit didapatkan, terutama bagi keluarga dengan memiliki anak kecil.

“Iya, susah sekali airnya, apalagi punya anak kecil. Buat minum saja susah. Tahun lalu saat kemarau juga sama seperti ini, tidak ada air,” keluh Rohayati.

Untuk mengatasi krisis air bersih ini, Rohayati bersama warga lainnya terpaksa mengambil air dari mushola di dekat rumahnya. Pengambilan air diatur secara bergiliran setiap jam per kepala keluarga (KK), dengan sumber air yang berasal dari mata air Gunung Karang. Namun, debit air dari gunung itu kini mulai menipis.

“Sudah hampir sebulan kami mengalami kesulitan air. Kami mengambil air dari mushola yang airnya berasal dari gunung, tapi sekarang sudah kecil. Karena airnya semakin sedikit, pengambilannya dijadwalkan per jam,” katanya.

Salah satu warga lainnya, Bahrudin mengungkapkan hingga kini, belum ada bantuan air bersih yang diterima warga. Mereka masih mengandalkan air dari mushola setempat yang diambil dari mata air Gunung Karang, meskipun debit air semakin menipis.

“Airnya dari mata air Gunung Karang, tapi sekarang cuma sedikit. Belum ada bantuan air yang datang,” ucapnya.

Karena kondisi ini, banyak warga yang terpaksa membeli air bersih, dengan biaya yang tidak sedikit. Bahrudin menyebutkan, satu tangki air dihargai Rp 350 ribu, dan hanya warga yang mampu yang bisa membelinya.

“Kadang kami harus beli air, mungkin semua warga juga begitu. Satu tangki harganya Rp 350 ribu, dan itu pun hanya bagi yang mampu. Kami berharap ada bantuan, entah itu air bor atau air bersih lainnya,” jelasnya.

Terpisah, Camat Cadasari Wawan Ruswandi menyatakan bahwa kekeringan di wilayah tersebut bukanlah hal baru. Kondisi serupa terjadi tahun lalu, ada tiga desa di Kecamatan Cadasari yang terdampak krisis air bersih, yakni Koranji, Kaduela, dan Tapo selalu terdampak.

“Memang kondisi alam di sana cukup berbatu, sehingga saat kemarau seperti ini, krisis air bersih selalu berulang. Kami sebagai pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jika sumber mata air yang ada tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga, pihaknya akan segera mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang.

“Kami bersama pihak desa akan terus memantau ketersediaan air di desa-desa. Jika mata air yang ada tidak lagi mencukupi, kami akan segera mengirimkan surat permohonan bantuan ke BPBD dan sektor terkait lainnya, karena kecamatan sendiri tidak memiliki fasilitas penyediaan air,” katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD-PK Pandeglang, Lilis menyampaikan berdasarkan data yang ada, sebanyak 12 kecamatan di Pandeglang terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, sudah ada 5 kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan air bersih, dan BPBD-PK Pandeglang telah menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi tersebut.

“Sampai saat ini, kami telah menyalurkan bantuan air bersih ke 5 kecamatan, yang mencakup 8 desa, 9 kampung, dan 850 kepala keluarga (KK) dengan total 2.569 jiwa. Kami telah mendistribusikan 36.000 liter air ke 5 kecamatan tersebut,” jelas Lilis.

Ia juga menambahkan bahwa bantuan air untuk Kecamatan Cibaliung baru saja diberangkatkan, sementara laporan dari tim di lapangan masih ditunggu. Dengan demikian, total sudah ada 6 kecamatan yang menerima bantuan air bersih dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD-PK Pandeglang.

“Kami masih menunggu laporan dan permohonan bantuan air dari kecamatan-kecamatan lainnya. Kami siap untuk terus mendistribusikan air bersih sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.

Lilis menekankan bahwa BPBD-PK Pandeglang akan terus mendukung upaya pendistribusian air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan di seluruh wilayah Pandeglang.

Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

Tags: Bantenbantuan airBPBD-PK Pandeglangkabupaten pandeglangkekeringan meluaskrisis air bersihPandeglangPemkab Pandeglangwarga kesulitan air bersih
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Terkait Putusan Ambang Batas Pencalonan MK, Partai Gelora dan Buruh Akan Lakukan Pembahasan Bersama

Next Post

PDIP Kota Serang Sambut Baik Putusan MK Turunkan Ambang Batas

Next Post
PDIP Kota Serang Sambut Baik Putusan MK Turunkan Ambang Batas

PDIP Kota Serang Sambut Baik Putusan MK Turunkan Ambang Batas

Prakiraan Cuaca Banten Minggu 8 November 2026, Lebak dan Kabupaten Serang Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca Banten Minggu 8 November 2026, Lebak dan Kabupaten Serang Berpotensi Hujan

Minggu, 8 November 2026 08:35
open bidding eselkn II di lingkungan pemkab lebak

Open Bidding 12 Jabatan Eselon II Kabupaten Lebak Tunggu Jadwal dari BKN

Sabtu, 7 November 2026 08:34
Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Penipuan DPRD Banten

Anggota DPRD Banten Roni Mitra Muncul ke Publik, Begini Tanggapannya Terkait Kasus Dugaan Penipuan Emas

by Fahmi
Minggu, 8 November 2026 18:50
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Banten Roni Mitra akhirnya angkat bicara terkait dugaan penipuan dan penggelapan investasi emas di Toko...

Kampung BAZNAS

BAZNAS Kabupaten Serang Bangun 131 Rumah Jadi Layak Huni

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 8 November 2026 18:29
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang membangun sebanyak 131 rumah Tidak layak huni (Rutilahu) menjadi rumah layak huni....

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.