SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX Tahun 2024 di Kalimatan Timur ditutup pada Minggu malam, 15 September 2024. Keluar sebagai juara umum Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara Provinsi Banten berada di urutan sembilan. Prestasi ini lebih baik dibandingkan dengan MTQ Nasional XXIX pada 2022 di Kalimantan Selatan yang berada di luar sepuluh besar.
Pengumuman juara umum dan urutan pemenang 10 besar disampaikan oleh Wakil Sekretaris Dewan Hakim Muhammad Ramli Massenge di Gelora Kadrie Oening Samarinda.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 05/Kep.DH/MTQN-XXX/IX/2024, Provinsi Kalimantan Timur menyabet juara umum dengan nilai 579, disusul Provinsi DKI Jakarta 478, dan ketiga Provinsi Jawa Timur, dengan raihan nilai 275.
Urutan berikutnya dari empat sampat sepuluh yaitu Jawa Barat (146), Sumatera Selatan (125), Riau (98), Kalimantan Selatan (94), Sumatera Utara (84), Banten (72), dan Kepulauan Riau (67).
Penutupan MTQ Nasional dihadiri oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhajir Effendi, Wakil Menteri Agama Syaiful Rahmat Dasuki, Ketua Umum LPTQ Nasional Kamarudin Amin, Ketua Dewan Hakim Said Agil Husin Al-Munawar, Ketua Dewan Pengawas Nasarudin Umar, Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Achmed bin Essa Al-Hazmi, serta Kepala Kanwil Kemenag dari seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Agama Syaiful Rahmat Dasuki saat sambutan penutupan MTQ mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mempelajari Al-Qur’an. Bukan hanya dari sisi tilawah, juga tafsir, tajwid, dan maknanya.
Menurutnya, dengan pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an, masyarakat akan mampu menghadapi tantangan zaman dan menjawab berbagai persoalan kehidupan dengan landasan ajaran yang kuat.
“Nilai-nilai universal yang terkandung dalam Al-Qur’an seperti keadilan, kasih sayang, persaudaraan, dan perdamaian harus senantiasa kita implementasikan dalam masyarakat,” katanya.
Wamenag menambahkan, MTQ akan memberikan kontribusi nyata bagi pembentukan generasi yang Qur’ani, yakni generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan berkepribadian Islami.
“MTQ juga merupakan upaya kita untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an harus menjadi bagian dari budaya umat Islam,” ungkapnya.
Editor : Aas Arbi











