PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu daerah prioritas nasional untuk perwujudan Asta
Cita ke-2 Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Asta Cita ke-2 Presiden Pranowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, Pandeglang menargetkan swasembada pangan tahun 2026.
“Pandeglang masuk dalam salah satu daerah prioritas nasional untuk perwujudan Asta
Cita ke-2 Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Asta Cita ke-2 Presiden. Karena kontribusi swasembada pangan
mencapai 34 persen dan masuk kategori peringkat kedelapan skala nasional,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 19 Desember 2024.
Sutoto menjelaskan, luas sawah baku sekitar di Kabupaten Pandeglang sekitar 52 ribu hektar dan luas lahan sawah produktif mencapai 96
ribu hektare.
“Provitasnya 6,2 ton gabah kering basah (GKB) per hektar, dengan capaian panen padi sekitar 546 ribu ton yang tersebar di 35 kecamatan, 326 desa dan 13 kelurahan,” katanya.
Ketimpangan produksi padi antara wilayah utara yang sudah memiliki
sistem irigasi memadai dengan wilayah selatan yang mengandalkan air tadah hujan sehingga hasil produksi mengalami surplus.
“Surplus beras yang dihasilkan dari panen padi setiap tahun mencapai 311 ribu ton. Tentu akan mampu mengendalikan inflasi harga gabah kering giling dan harga beras
yang akan mensejahterakan petani,” katanya.
Produksi pertanian tahun 2024 lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang terancam kekeringan dampak El Nino yang hanya mencapai 69 hektar realisasi tanam dari sasaran tanam seluas 160 hektare.
Upaya akselerasi swasembada pangan telah didukung dengan rehabilitasi daerah irigasi (DI) Cibaliung di Kecamatan Cikeusik seluas 4.303 hektare.
“Yang terdiri dari Cibaliung Kiri seluas 1.810 hektar dengan debit 2,73 meter kubik per detik dan Cibaliung Kanan seluas 2.493 hektar dengan debit 3,76 meter kubik per detik,” katanya.
Ya p
Di samping itu dilakukan peremajaan saluran primer sepanjang 31,74 Kilometer dan saluran sekunder sepanjang 13,83 Kilometer. Rehabilitasi bangunan bagi sadap sebanyak 3 buah,
bangunan ukur 1 buah, bangunan terjun 5 buah, bangunan sadap 31 buah, goronggorong pembuang 44 buah, dan talang pembuang 36 buah.
“Rehabilitasi DI Cibaliung tersebut telah dimulai bulan Oktober 2024 dan ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2026,” katanya.
Diharapkan sistem pengelolaan air pada DI Cibaliung dapat modernisasi sehingga mampu meningkatkan kapasitas saluran irigasi, serta dapat memaksimalkan potensi sumber daya lahan pertanian dan air irigasi.
“Kebijakan rehabilitasi DI akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian dengan indeks pertanaman dari 113 persen menjadi 190 persen,” katanya.
Begitu pula dengan pembangunan Bendung DI Cimoyan di Desa Ciherang, Kecamatan Picung dilanjutkan dengan pembangunan jaringan irigasi dengan areal mencakup 11 desa di tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Picung, Sindangresmi dan Kecamatan Patia dengan total luas area sekitar 963 hektare.
“Kebutuhan lahan untuk areal Bendung Cimoyan seluas 3,61 hektar dari total 48,46 hektare jaringan irigasi,” katanya.
Potensi Pandeglang sebagai daerah swasembada pangan didukung pula dengan produksi jagung sebanyak 13 ribu ton per tahun dan produksi kedelai sebanyak 1,6 ton per tahun.
“Dengan demikian Kabupaten Pandeglang layak ditetapkan dengan prioritas nasional dan prioritas provinsi sebagai lokus pembangunan swasembada pangan berkelanjutan,” katanya.
Editor: Aas Arbi











