PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seribuan hewan ternak di Kabupaten Pandeglang telah mendapatkan suntikan vaksin untuk mencegah penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Pandeglang, Ade Setiawan, kepada Radar Banten pada Rabu, 15 Januari 2025.
Ade Setiawan mengatakan, sekitar 1.000 ekor hewan ternak di Kabupaten Pandeglang telah menerima vaksin sepanjang tahun 2024.
Vaksinasi ini dilakukan di berbagai sentra peternakan dan kandang, mencakup kerbau, sapi, domba, dan kambing.
“Iya, selama setahun kami sudah memberikan vaksin sebagai upaya pencegahan penularan virus PMK,” ungkap Ade Setiawan.
Ia menjelaskan, vaksinasi tidak hanya dilakukan oleh Puskeswan, tetapi juga oleh tim keliling dan petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang yang berjumlah 35 orang.
Selain itu, pelayanan vaksin juga tersedia melalui dokter hewan di DPKP dan Rumah Potong Hewan (RPH). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesehatan ternak dan mencegah kerugian ekonomi akibat wabah PMK.
Dijelaskannya, Penyakit mulut dan kuku (PMK) merupakan infeksi virus akut yang sangat menular, menyerang hewan ternak berkuku genap seperti sapi, kerbau, babi, kambing, dan domba. Namun, Ade mengklaim Kabupaten Pandeglang telah dinyatakan bebas dari virus ini sejak 2023.
Menurut Ade Setiawan, salah satu faktor keberhasilan ini adalah penerapan langkah pencegahan yang ketat.
“Ya, jadi di Pandeglang itu sudah bebas dari PMK. Yang pertama, kami memastikan setiap hewan yang datang ke Pandeglang tidak berasal dari daerah yang terpapar PMK. Hewan-hewan tersebut dikarantina selama 14 hari sebelum masuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga melarang masuknya hewan ternak baru tanpa prosedur yang jelas, melakukan pengobatan jika diperlukan, dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) PMK dengan ketat.
“Selain itu, menjaga kebersihan kandang secara rutin juga menjadi langkah penting,” tambah Ade.
Ia menjelaskan, langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) terus dilakukan di Kabupaten Pandeglang. Upaya ini dinilai sangat penting karena jika PMK merebak, dampaknya akan sangat merugikan para peternak.
“Langkah ini sangat tepat. Para peternak pun mendukung penuh tanpa ada penolakan. Mereka dengan baik menyambut program vaksinasi,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya masih menunggu bantuan vaksin PMK tambahan dari pemerintah pusat untuk memperkuat pencegahan penyebaran virus tersebut.
Selain vaksinasi, pengawasan lalu lintas hewan ternak juga diperketat dengan mendirikan pos penjagaan di wilayah perbatasan Rangkasbitung–Pandeglang dan Serang–Pandeglang.
“Biasanya ada komunikasi dari petugas pengawas mengenai hewan ternak yang akan melintas antar kota atau kabupaten,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











