LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Jelang mudik Lebaran 2025, transportasi umum di Kabupaten Lebak kini mengalami penurunan jumlah yang cukup signifikan.
Penurunan ini terjadi seiring dengan persaingan yang semakin ketat dari berbagai moda transportasi baru dan layanan berbasis aplikasi yang semakin digemari oleh masyarakat.
Diketahui saat ini jumlah armada yang berkurang drastis terjadi pada AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) yang saat ini hanya tersisa 12 armada mobil. Tentunya jumlah tersebut sangat mempengaruhi jumlah pemudik pada tahun ini.
Kepala Terminal Mandala, Muksin, menyampaikan faktor berkurangnya angdes karena kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya yang saat ini semakin banyak.
“Sebelumnya 20 unit saat ini berkurang drastis, karena kalah bersaing ya, sekarang banyak ada travel dan kereta jadi masyarakat mulai beralih ke transportasi lainnya,” terang Muksin kepada Radarbanten.co.id, Jumat 14 Maret 2025.
Muksin menyebutkan, perkembangan tranportasi saat menjadi faktor berkurang armada angdes di Terminal Mandala. Namun pihaknya berencana untuk terus mendorong inovasi dan pembaruan fasilitas di terminal, termasuk penyediaan layanan yang lebih terintegrasi dengan transportasi daring.
“Kami tengah merancang sistem yang bisa menggabungkan layanan transportasi tradisional dan modern. Harapannya, Terminal Mandala tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat,” jelasnya.
Keberadaan layanan online seperti taksi online, ojek online, dan angkutan berbasis aplikasi lainnya dianggap lebih efisien dan praktis oleh banyak penumpang. Hal ini menyebabkan banyak operator bus dan angkutan umum lainnya beralih ke jalur lain atau bahkan menghentikan operasional mereka.
“Persaingan semakin berat. Penurunan jumlah penumpang di terminal sangat mempengaruhi pendapatan kami. Banyak penumpang yang lebih memilih menggunakan layanan online yang lebih fleksibel,” ujar Ramdani seorang sopir bus salah satu perusahaan.
Ia menilai bahwa untuk meningkatkan jumlah penumpang, Terminal Mandala harus bersaing dengan memberikan layanan yang lebih menarik dan mampu mengikuti perkembangan teknologi transportasi masa kini.
“Harus banyak inovasi lagi ya dengan pemilik perusahaan tranportasi lainnya, supaya lebih mudah untuk pemesanan dan layanan cepat,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











