LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 20 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lebak diterima masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia.
Puluhan siswa MAN 1 Lebak ini diterima di PTN tersebut melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Mereka diterima diterima di PTN favorit mulai dari Universitas Diponogoro (Undip), Instutut Pertanian Bogor (IPB), UPI Bandung sampai Universitas Negeri Tirtayasa (Untirta).
Salah satu siswa yang berhasil diterima melalui SNBP yaitu Jihan Shahwatul Islam siswi kwlas XII MAN 1 Lebak. Jihan berhasil diterima masuk IPB Program Studi Teknologi Hasil Perairan.
Jihan berasal dari keluarga sederhana, ayahnya, Arman, bekerja sebagai buruh serabutan.
Namun, keterbatasan ekonomi tidak menghalangi semangat Jihan untuk meraih pendidikan setinggi mungkin termasuk kuliah di Universitas IPB Bogor.
“Alhamdulilah, saya diterima di IPB pada seleksi SNBP. IPB adalah PTN yang selama ini memang saya inginkan. Hanya melalui SNBP ini biaya kuliahnya akan jauh ringan. Apalagi, bapak saya hanya bjruh serabutan,” kata Jihan, Jumat 28 Maret 2025.
Jihan sebenarnya tidak mengira akan diterima kuliah di IPB melalui seleksi SNBP, karena IPB salah satu PTN favorit di Indonesia, sehingga persaingan atau masuk masuk di IPB begitu ketat.
Jihan yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses di bidang perairan karena melihat potensi besar sumber daya perairan di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Saya ingin mengembangkan teknologi pengolahan hasil perairan agar memiliki nilai tambah dan kedepan dapat bermanfaat bukan hanya untuk meningkatlan kesejahteraan ekonomi keluarga saja. Tapi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para nelayan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala MAN 1 Lebak Dudi Rafiudin mengatakan, 20 anak didiknya berhasil diterima di PTN terkemuka di Indonesia.
Dia mengungkapkan, pembinaan yang dilakukan terhadap siswa di sekolah ini khususnya pada siswa tingkat akhir membuahkan hasil yang maksimal.
“Apa yang diraih siswa ini tidak terlepas dari kerja keras, kerja cerdas kerja tuntas dan kerja ikhlas semua komponen sekolah. Mudah-mudahan, mereka bisa menjadi generasi yang bermanfaat ke depannya,” ucapnya.
Dia juga mengaku bangga adanya salah satu siswanya yang berhasil masuk IPB ditengah keterbatasan ekonomi keluarganya dimana orangtuanya hanya bekerja serabutan tidak membuatnya terpuruk malah sebaliknya semangat belajarnya cukup tinggi dan berprestasi.
“Saya berharap kisah Jihan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya, terutama yang berasal dari keluarga sederhana, untuk tidak pernah menyerah dalam meraih mimpi. Prestasi Jihan ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan doa, setiap orang dapat meraih kesuksesan, tidak peduli dari mana mereka berasal,” katanya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











