PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan sejarah, tanggal 1 April 1874, ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Pandeglang. Hal itu tertulis dalam Staatsblad yang menguak sedikit sejarah Kabupaten Pandeglang.
Staatsblad peninggalan kolonial Belanda yakni, “Staatblad Van Nederlandsch Indies”. Lembaran negara Hindia Belanda itu menjadi salah satu koleksi buku sejarah yang ditulis pada tahun 1905 dalam bahasa Belanda.
Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Hindia Belanda sebagaimana tertuang dalam Regeeringsalmanak voor Nederlandsch Indie Tahun 1865 – 1874 dan Almanak en Naamreqister van Nederlarndsch Indie Tahun 1848- 1864, serta Appendix I Colonial Period Regent dalam Notes Java’s Regent Families halaman 34, jauh sebelum 1 April 1874 telah melaporkan keberadaan regent van het middenregentschap Bupati Tengah Pandeglang beserta para personeel in de birnenlanden yang lainnya.
Kabid Arsip pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pandeglang, Heryana mengatakan, isi Staatsblad mengulas sejarah berdirinya Pemerintahan Kabupaten Pandeglang.
“Hal itu diketahui dari buku berjudul “Dalam Dekapan Pandeglang” hasil karya penulis Bambang Eka Purnomosidi,” katanya, Selasa, 1 April 2025.
Buku karya Bambang Eka Purnomosidi itu, menerjemahkan sejarah Pandeglang dari bahasa Belanda ke dalam versi bahasa Indonesia.
“Itu juga yang terkait tentang sejarah berdirinya Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi, kompak mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama membangun ekonomi berkelanjutan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan, inovasi dan kearifan lokal, kita wujudkan Pandeglang yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Pandeglang Petarung (Pejuang Tangguh, Religius dan Unggul),” katanya.
Editor: Agus Priwandono











