PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengungkap kebutuhan anggaran untuk revitalisasi Pasar Badak. Diperkirakan Rp 50 miliar lebih.
Nilai anggaran itu disesuaikan dengan konsep pembangunan pasar modern yang tengah diusulkan ke Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Pandeglang, Bunbun Buntaran mengatakan, rencana revitalisasi dilakukan karena kondisi Pasar Badak yang sudah tua dan mengalami banyak kerusakan.
“Pasar Badak ini dibangun sekitar tahun 2000-an, sekarang sudah 26 tahun. Kondisinya banyak yang bocor, lembab, dan memang perlu direvitalisasi,” kata Bunbun, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, konsep pembangunan yang diajukan tidak sekadar perbaikan, tetapi penataan total menjadi pasar modern dengan fasilitas lengkap. Bahkan, desain awal menyebutkan bangunan pasar bisa mencapai empat lantai.
“Kemungkinan anggaran di atas Rp50 miliar. Karena konsepnya sampai empat lantai, dengan kapasitas sekitar 700 sampai 800 kios,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembagian fungsi tiap lantai telah dirancang, mulai dari area parkir di bagian bawah hingga zonasi pedagang basah, kering, dan sandang di lantai atas.
Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus daya saing pasar tradisional.
Pemkab Pandeglang juga mendorong agar Pasar Badak menjadi percontohan pasar digital. Para pedagang nantinya akan diarahkan menggunakan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS hingga memanfaatkan platform online untuk berjualan.
“Jadi tidak hanya menunggu pembeli datang, tapi juga bisa jualan secara online. Ini bagian dari modernisasi pasar,” ungkapnya.
Terkait sumber pembiayaan, Bunbun menyebut, proyek revitalisasi kemungkinan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mengingat besarnya kebutuhan anggaran.
“Sesuai informasi, untuk proyek besar biasanya didorong ke Kementerian PU. Nanti tim dari Kementerian Perdagangan dan PU juga akan turun menilai kondisi pasar,” jelasnya.
Pemkab Pandeglang saat ini masih menunggu hasil penilaian dari pemerintah pusat yang dijadwalkan dilakukan pada akhir April. Penilaian tersebut akan menentukan apakah revitalisasi dilakukan secara total atau hanya perbaikan sebagian.
“Harapannya tentu bisa direalisasikan, sehingga Pasar Badak jadi pasar modern, bersih, dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











