LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penyelamat Wisata Tirta Indonesia (Balawista) Kabupaten Lebak, berhasil menyelamatkan 19 kejadian laka laut (wisatawan terseret ombak) di Pantai Sawarna pada libur lebaran Idul Fitri 2025.
Diketahui hibgga H+6 Lebaran Idul Fitri, sebanyak 75 ribu wisatawan mengunjungi pantai Sawarna, Kecamatan Bayah.
“Laka laut (wisatawan terseret ombak ) ada 12 kejadian untuk pantai Ciantir semua nya alhamdulilah terselamatkan oleh anggota Balawista. Sementara di Goa Langir ada delapan kejadian laka laut tujuh terselamatkan satu orang masih dalam pencarian,” kata Ketua Balawista Kabupaten Lebak, AM Erwin Komarasukma, Minggu 6 April 2025.
Dia mengatakan, laka laut atau wisatawan terseret ombak umumnya mereka mengabaikan imbauan dari petugas penjaga pantai yang telah mengingatkan dan memasang rambu-rambu agar wisatawan tidak berenang atau berenang terlalu ke tengah laut.
“Seringkali masih banyak wisatawn bandel tidak mengindahkan imbauan dari petugas penjaga pantai,” katanya.
Erwin mengatakan, pada libur Lebaran tahun ini, pihaknya untuk mengamankan wisatawan yang datang ke pantai-pantai yang ada di lebak selatan, menerjunkan 100 personel Balawista.
Seratus personel Balawista Lebak tersebut diterjunkan di pantai Karang Seke, Bagedur, Talanca, pasput Cihara, Kelapa warma, Pulo Manuk, Goa langir, Ciantir, tanjung layar, Legonpari, Citarate dan pantai Cibareno.
“Setiap pantai minimal ada dua orang anggota terkecuali pantai Bagedur ada 12 anggota Pantai Sawarna 20 anggota. Termasuk kolam renang waterpark dan Curug termasuk waduk karian ada Petugas Balawistanya,” jelasnya.
Menurutnya, tim Balawista akan ekstra memantau pengunjung yang diperkiarakan akan mencapai ratusan ribu orang ke pantai seperti Sawarna yang juga terkenal memiliki air laut yang jernih dan pasir putih ini maupun pantai lainnya.
“Kami juga mengimbau kepada para pengunjung untuk senatiasa waspada dan mengikuti arahan dari petugas pantai yang stanbay berjaga memantau situasi di pantai. Jangan sampai awalnya ingin berlibur dan bersenang-senang bersama keluarga menikmati keindahan pantai jadi berbuah malapetaka,” kata mantan anggota DPRD Lebak ini.
Dia mengatakan, pihaknya juga memasang rambu-rambu, bendera dan papan peringatan agar para wisatawan tidak berenang di daerah pantai yang arusnya deras agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
“Karenanya, para pengunjung atau wisatawan yang hususnya melakukan aktivitas di pantai untuk selalu berhati hati agar tidak berenang sewaktu ombak besar, diarus yang deras yang sudah pasang rambu rambu, bendera dan papan peringatan,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











