LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Jelang panen raya, Bulog Kantor Cabang Lebak terus bergerak cepat menyerap gabah petani. Hingga akhir April 2025, sudah 15.500 ton gabah setara beras berhasil diserap—atau sekitar 93 persen dari target tahunan 16.500 ton.
“Target penyerapan Bulog Kancab Lebak sebanyak 16,5 ribu ton setara beras. Alhamdulillah, realisasi sampai 28 April mencapai 15.500 ton setara beras, dan kami masih terus melakukan penyerapan secara maksimal,” kata Humas Bulog Kancab Lebak, Asep S. Asman, Selasa 29 April 2025.
Langkah ini bukan cuma soal stok pangan nasional, tapi juga bagian dari upaya mendongkrak kesejahteraan petani lokal. Bulog membeli gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp6.500 per kilogram.
“Ya, Bulog membeli gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kg,” jelas Asep.
Untuk mempercepat penyerapan, Bulog membentuk tim jemput gabah yang langsung turun ke sawah. Tim ini bekerja sama dengan kelompok tani (gapoktan), penyuluh pertanian, dan aparat desa untuk memastikan gabah petani bisa dibeli dengan harga yang layak.
“Tim jemput gabah Bulog berkoordinasi dan bersinergi dengan gapoktan, petugas penyuluh pertanian, dan bintara pembina desa dalam menyerap gabah ini,” tambahnya.
Dengan panen raya yang makin dekat, Bulog siap menggenjot serapan dari sentra-sentra produksi utama. Targetnya jelas: gabah petani terserap maksimal, petani senang, dan stok pangan aman.
“Kami akan turun langsung ke sentra-sentra petani, mengingat saat ini petani di Lebak sedang memasuki musim panen. Hasil panen petani sejauh ini cukup baik,” tutup Asep.
Editor : Merwanda











