LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Stok obat Serum Anti Bisa Ular (ABU) bukan hanya kosong alias tidak tersedia di 43 Pusat Kesehatan Masyarakat di Lebak, tapi juga terbatas di RSUD Adjidaemo Rangkasbitung.
Dirut RSUD Adjidarmo Budhi Mulyanto mengatakan, obat serum ABU di RSUD milik Pemkab Lebak tersedia, kendati stoknya terbatas.
“Kemarin cuma dapat sedikit stok di Biofarma terbatas, baru akan ready lagi di bulan Juni. Mudah-mudahan aman sampai Juni,” katana, Selasa 6 Mei 2025.
Pada tahun 2024 lalu, RSUD menangani 110 kasus gigitan ular di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
“Di bulan Juni-Juli semoga stok serum ABUnya kembali tersedia dengan normal,” kata mantan Plt Kepala Dinkes Lebak ini.
Terpisah Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Endang Komarudin mengatakan kasus gigitan ular di Lebak terbilang masih tinggi, mengingat ketak geografis lebak sebagai daerah agraris kabupaten lebak, sehingga merupakan daerah dengan ancaman gigitan ular tinggi. Kondisi alam yang masih kosong serta masih banyaknya habitat ular dengan bisa mematikan, membuat daerah ini harus waspada.
“Hingga Mei 2025 ini kasus gigitan ular di Lebak mencapi 247 kasus dan 1 orang dilaporkan meninggal (di rawat di RSUD Banten),” kata Endang.
Endang mengatakan, tengah memesan 1000 fial serum ABU ke Biofarma. Sebab, saat ini stok serum ABU di 43 Puskesmas kosong.
“Ya, saat ini stok serum ABU di 43 Puskesmas kosong, yang ada di RSUD Adjidarmo,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











