PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 89 peserta dinyatakan lulus program pendidikan kesetaraan tahun 2025 di Satuan Pendidikan Nonformal/Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Pandeglang.
Plt Kepala SPNF SKB Pandeglang, Yanti Agustini mengungkapkan para lulusan tersebut terdiri dari peserta Paket A sebanyak 5 orang, Paket B 40 orang, dan Paket C 44 orang.
“Jumlah itu insyaallah yang lulus tahun 2025 ini. Kalau dilihat dari angkanya, tahun ini ada peningkatan. Tahun kemarin Paket A ada 6 orang, tapi Paket B dan C itu di bawah 40 orang,” ungkapnya, Kamis 5 Juni 2025.
Yanti Agustini menyebut, program Paket B dan C masih menjadi pilihan terbanyak para peserta pendidikan kesetaraan tahun ini. Tak hanya dari sisi jumlah, kualitas lulusan pun disebut mengalami peningkatan berdasarkan evaluasi makro yang dilakukan pihaknya.
“Tahun ini kita coba tingkatkan keterampilan mereka. Untuk life skill, kita berikan pelatihan dasar seperti membatik dan komputer. Jadi harapannya mereka tidak hanya dapat teori, tapi juga punya keterampilan tambahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, metode pembelajaran yang digunakan tidak mengalami banyak perubahan. Namun kini pihaknya mulai mengoptimalkan media daring sebagai sarana pembelajaran.
“Sebelumnya kita lebih banyak pakai modul. Sekarang kita tambah media digital. Kita ajarkan mereka cari materi di luar kelas, browsing sendiri lewat internet yang sudah kita fasilitasi,” jelasnya.
Yanti menyebut, dari total 89 peserta yang lulus tahun ini, sebagian memilih untuk langsung bekerja, sementara sebagian lainnya berminat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Banyak yang langsung kerja. Tapi ada juga yang lanjut kuliah, cuma belum semuanya terkonfirmasi. Dari Paket B, sudah ada yang minta surat keterangan lulus (SKL) untuk dilegalisir sebagai syarat melanjutkan pendidikan,” katanya.
Ia berharap, para lulusan bisa terus melanjutkan pendidikan, baik ke jenjang SMA/SMK untuk lulusan Paket B maupun ke perguruan tinggi bagi lulusan Paket C.
“Harapannya, yang dari Paket B bisa lanjut ke SMA atau SMK. Untuk yang lulus SMA dan sudah kerja, semoga dengan ijazah yang dimiliki sekarang pekerjaannya bisa lebih baik. Tapi kami harapkan tetap dorong agar mereka bisa lanjut kuliah,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana










