RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026, Persib Bandung dan Madura United (MU) menjadi dua klub yang paling gencar melakukan pergerakan di bursa transfer.
Persib semakin mematangkan skuadnya dengan mendatangkan delapan wajah baru, sementara Madura United berhasil mengamankan delapan pemain lokal berkualitas dengan investasi yang cukup signifikan.
Persib Bandung Perkuat Lini Depan dan Belakang dengan Pemain Kelas Atas
Di Bandung, Persib secara resmi memperkenalkan dua rekrutan asal Brasil, Uilliam Barros dan Rosembergne da Silva (akrab disapa Berguinho). Selain itu, enam pemain lainnya yang juga bergabung adalah Saddil Ramdani, Al Hamra Hehanussa, Alfeandra Dewangga, Julio Cesar, Wiliam Marcilio, dan Luciano Guaycochea.
Saddil Ramdani, winger eksplosif yang ditebus seharga Rp5,21 miliar dari Sabah FC, diharapkan menjadi motor serangan Persib di bawah arahan pelatih Bojan Hodak. Berguinho, yang datang dari Borneo FC sebagai pengganti Tyronne del Pino, akan memperkuat lini tengah Persib dengan kreativitas dan daya serang. Sementara itu, Uilliam Barros, striker berpengalaman dari Liga Kuwait, diproyeksikan sebagai predator di kotak penalti lawan.
Secara keseluruhan, Persib Bandung telah mendatangkan delapan pemain baru, terdiri dari empat pemain asal Brasil, satu dari Argentina, dan tiga pemain lokal Indonesia.
Sektor belakang Persib juga tak luput dari pembenahan. Pemain muda berbakat seperti Alfeandra Dewangga (dari PSIS Semarang) dan Al Hamra Hehanussa didatangkan untuk memperkuat pertahanan.
Dua bek asing, Julio Cesar dan Wiliam Marcilio, diharapkan mampu menambal lubang di lini belakang. Di lini tengah, kedatangan gelandang Argentina berpengalaman Luciano Guaycochea akan menambah pilihan dan kualitas skuad Pangeran Biru.
Madura United Fokus pada Kekuatan Lokal dan Pertahanan
Di sisi lain, Madura United menunjukkan strategi transfer yang berbeda dengan berfokus merekrut pemain lokal berkualitas, terutama untuk memperkuat lini belakang. Total sembilan pemain baru telah resmi dikontrak, termasuk Ahmad Nufiandani, kiper Dicky Indrayana, Rendy Rozzaqu, Paulo Sitanggang, Fransiskus Alesandro, Albertine Joao Pereira (dikenal sebagai “Balotelli”), dan Aji Kusuma, dengan total biaya sekitar Rp10,59 miliar.
Madura United sejak awal menegaskan tidak akan merekrut kiper asing. Mereka justru akan mengandalkan lima kiper lokal dan menyiapkan tiga slot pemain asing non-kiper untuk memaksimalkan performa tim di musim mendatang.
Langkah ini mencerminkan prioritas Madura United dalam mengoptimalkan rotasi pemain lokal sambil menjaga keseimbangan komposisi tim secara keseluruhan.
Ambisi Juara dan Daya Saing Tinggi
Ambisi Persib sangat jelas: mempertahankan gelar juara Liga 1 yang mereka raih musim lalu. Bojan Hodak merancang skuad yang lebih tajam dengan kombinasi pemain asing produktif dan kecepatan pemain lokal.
Tak kalah ambisius, Madura United juga bertekad meraih hasil maksimal, berharap kedatangan pemain baru dapat meningkatkan daya saing mereka dan membawa tim finis di papan atas klasemen.
Dengan aktivitas transfer yang intensif ini, baik Persib maupun Madura United menunjukkan keseriusan mereka dalam menyongsong musim Liga 1 2025/2026. Kedua klub kini menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional dan akan menjadi barometer kekuatan di kompetisi mendatang.
Editor : Aas Arbi











