Home Cilegon

Orang Muda Cilegon Belajar Transisi Energi di Pulau Sangiang, Soroti Krisis Ruang Hidup dan Keadilan Energi

Adam Fadillah by Adam Fadillah
Sabtu, 11 Juli 2026 13:43
in Cilegon, Pendidikan
0
Orang Muda Cilegon Belajar Transisi Energi di Pulau Sangiang, Soroti Krisis Ruang Hidup dan Keadilan Energi

uluhan orang muda Cilegon mengikuti pelatihan transisi energi di Pulau Sangiang, Jumat 10 Juli 2026.

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pulau Sangiang menjadi ruang belajar bagi puluhan orang muda asal Kota Cilegon untuk memahami persoalan krisis ruang hidup, konflik agraria, hingga pentingnya transisi energi yang berkeadilan.

Kegiatan pelatihan yang digelar di pulau tersebut mengajak peserta melihat langsung dampak ketimpangan pembangunan dan akses energi yang masih dirasakan masyarakat setempat.

Pemilihan Pulau Sangiang sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Selama lebih dari tiga dekade, konflik agraria di pulau itu belum menemukan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi warga.

Akibat konflik tersebut, pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi terbatas. Bahkan, sebagian masyarakat di Pulau Sangiang hingga kini belum menikmati akses listrik yang memadai.

Ironisnya, dari kawasan perbukitan Pulau Sangiang terlihat jelas cerobong Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya yang berdiri megah di seberang laut.

Listrik diproduksi dalam jumlah besar, namun masyarakat yang berada paling dekat justru masih mengalami keterbatasan akses energi.

Kondisi itu menjadi gambaran nyata mengenai persoalan keadilan energi di Provinsi Banten.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajak memahami bahwa krisis iklim tidak hanya ditandai dengan meningkatnya suhu bumi.

Dampaknya juga dirasakan melalui hilangnya ruang hidup, ancaman tenggelamnya pulau-pulau kecil akibat kenaikan muka air laut, hingga memburuknya kualitas lingkungan.

Dani Setiawan dari Rhizoma Indonesia mengatakan generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi dampak ketergantungan terhadap energi fosil.

“Dari ujung barat Pulau Jawa, orang muda Cilegon berupaya membangun cara pandang baru untuk menjaga kehidupan mereka dan keberlanjutan generasi setelahnya,” ujar Dani, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, pendidikan mengenai transisi energi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Upaya tersebut harus terus diperluas agar menjangkau masyarakat yang selama ini paling merasakan dampak pencemaran lingkungan dan krisis iklim.

“Ini bukan sekadar sebuah kegiatan, melainkan investasi bagi kehidupan. Ketika kebijakan publik belum sepenuhnya berpihak pada keselamatan lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Cholis dari WALHI Jakarta menilai pemahaman mengenai transisi energi harus dibarengi dengan kemampuan advokasi di kalangan generasi muda.

Menurut dia, anak muda perlu mengawal kebijakan agar perubahan menuju energi bersih benar-benar berpihak kepada masyarakat yang selama ini menanggung dampak pencemaran di sekitar kawasan industri dan pembangkit listrik.

“Orang muda Cilegon perlu memahami strategi advokasi transisi energi, termasuk mengawal berbagai dampak kerusakan lingkungan dan polusi yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan industri dan pembangkit listrik,” ujarnya.

Cholis menambahkan, pembangunan berkelanjutan tidak boleh hanya menjadi slogan. Menurutnya, pembangunan harus mampu menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, bukan sekadar mengejar pertumbuhan investasi.

Menutup kegiatan, Founder Sekumpul Edu Creative, Mang Pram, mengingatkan bahwa generasi muda tidak cukup hanya mengikuti diskusi dan pelatihan.

“Lingkungan industri dan pembangkit listrik sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Kalau generasi muda hanya menjadi penonton, mereka akan mewarisi krisis yang mereka tidak pernah ciptakan,” katanya.*

Editor : Krisna Widi Aria

Tags: CilegonKeadilan Energikrisis iklimPLTU Suralayapulau sangiangTransisi Energiwalhi
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 Jadi Momentum Meneladani Semangat Perjuangan dan Persatuan

Next Post

Dari Haul Geger Cilegon, Harapan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Wasid Kembali Menguat

Next Post
Dari Haul Geger Cilegon, Harapan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Wasid Kembali Menguat

Dari Haul Geger Cilegon, Harapan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Wasid Kembali Menguat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Tradisi Ngagurah Dano

Tradisi Ngagurah Dano di Cikolelet, Ribuan Warga Tangkap Ikan di Sungai Cidanau

by Abdul Rozak
Senin, 10 Agustus 2026 12:30
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Serang mengikuti tradisi Ngagurah Dano di Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka...

Polsek Mauk Tangerang Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Lahan kepada Warga

Polsek Mauk Tangerang Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Lahan kepada Warga

by Mulyadi
Senin, 10 Agustus 2026 11:57
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Polsek Mauk, Polresta Tangerang, menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di Jalan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.