LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat kerugian bencana dampak bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir/kilat telah menyebabkan puluhan kejadian bencana.
Berdasarkan data BPBD Lebak kerugian dampak bencana mencapai Rp2,2 miliar yang terjadi selama Januari hingga Juni 2025. Total yang terdampak sebanyak 580 kerusakan yang tersebar di 28 kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan bahwa tingginya kerugian disebabkan oleh intensitas hujan yang berada di atas normal serta faktor kerentanan geografis. Namun ia bersyukur bencan tidak menimbulkan korban jiwa selam periode enam bulan.
“Beruntung, bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa. Bencana alam hidrometeorologi ini ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir/kilat terjadi sepanjang Januari – Juni 2025,” terang Febby kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 17 Juli 2025.
Febby menjelaskan, dalam mengatasi segala ancaman bencan, BPBD Lebak telah menyiapkan peralatan evakuasi, seperti perahu karet, kendaraan operasional, tambang, gergaji mesin, tenda, dan peralatan lainnya.
“Kami mengoptimalkan koordinasi untuk penanganan kebencanaan agar bisa tertangani dengan baik, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerawanan pangan maupun penyebaran penyakit,” ujarnya.
Menurut Febby, berdasarkan data dari BMKG, bahwa wilayah Lebak kini tetap siaga untuk mengantisipasi bencana alam, terlebih curah hujan masih tinggi. Diperkirakan curah hujan masih tinggi pada Juli 2025 dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
“Kami minta warga khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya menjelaskan.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Lebak memberikan imbauan agar warga waspadai bencana hidrometeorologi oleh karena itu, pihaknya minta relawan kecamatan agar siap siaga menghadapi cuaca buruk tersebut, terlebih curah hujan malam dan dini hari.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











