LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kemacetan parah akibat parkir sembarangan truk proyek di ruas Jalan Nasional Prof. Ir. Soetami, tepatnya di jalur Citeras hingga Maja, menuai protes warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak didesak segera mengambil langkah konkret dengan menyediakan kantong parkir khusus bagi truk, demi menghindari kemacetan berkepanjangan dan risiko kecelakaan.
Insiden kemacetan yang terjadi pada Minggu malam, 20 Juli 2025, bahkan viral di media sosial. Video dan foto antrean kendaraan—dari sepeda motor hingga mobil pribadi—menunjukkan lalu lintas lumpuh hingga larut malam.
Ramadhan, warga Kecamatan Maja, menilai situasi ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan aktivitas kendaraan proyek, terutama truk besar di malam hari.
“Kalau tidak segera ditindak, kemacetan seperti ini akan terus berulang. Pemkab harus tegas. Sediakan lahan parkir khusus bagi truk-truk proyek agar tidak parkir di badan jalan,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 22 Juli 2025.
Ia menegaskan, solusi tidak cukup hanya dengan imbauan atau pengaturan jam operasional. Harus ada infrastruktur pendukung yang mampu mengatur distribusi truk secara tertib.
“Ini menyangkut keselamatan pengguna jalan, bukan hanya masalah kelancaran lalu lintas,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Subekti, warga lainnya. Ia menyoroti rendahnya kedisiplinan sopir truk dalam menaati Surat Edaran Bupati mengenai jam operasional dan larangan parkir sembarangan.
“Sopir harus taat aturan sesuai Surat Edaran Bupati, tidak parkir sembarangan karena mengganggu pengguna jalan baik kendaraan R2 dan R4,” kata Subekti.
Menurutnya, kemacetan kerap terjadi dari sore hingga malam hari, bahkan hingga ke wilayah Adiyasa dan Tangerang.
“Malam macet, Maja-Adiyasa biasa 5-10 menit bisa 1 jam. Ga ada, semua baik isi atau kosong parkir di jalan. Terkadang pas jam sekolah tetap ada truk yang sudah berisi. Macet mulai dari sore hari kadang sepanjang hari,” keluhnya.
Subekti juga menyesalkan lemahnya pengawasan dari petugas. Ia meyakini, jika ada penjagaan yang rutin disertai sanksi tegas, pelanggaran bisa ditekan.
“Kalau dibiarkan terus, bukan hanya macet, tapi juga berpotensi memicu kecelakaan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia meminta perusahaan pengangkut material ikut bertanggung jawab dalam mendisiplinkan sopir-sopirnya.
“Kami bukan anti-proyek, tapi jangan sampai warga jadi korban hanya karena truk sembarangan,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











