SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fajar Alfian/M Shohibul Fikri baru saja meraih gelar juara China Open 2025. Fajar/Fikri menundukkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dengan dua gim langsung, 21-15, 21-14, pada partai final di Gimnasium Xincheng, Changzhou, Minggu, 27 Juli 2025.
Podium tertinggi di World Tour Super 1000 itu ternyata dedikasikan Fajar untuk mendiang Lie Sumirat, mantan pemain nasional yang juga legenda bulu tangkis Tanah Air. Lie Sumirat meninggal dunia pada Selasa, 22 Juli 2025.
Lie Sumurat merupakan pendiri dan coach di SGS Bandung, klub asal Fajar dan Fikri berasal. SGS Bandung juga yang melahirkan Taufik Hidayat.
Lie Sumirat adalah juara dunia 1976 di Bangkok dan dua kali meraih medali emas di Asian Games 1966 dan 1970.
“Coach (Lie Sumirat) baru saja berpulang minggu ini, dan kami bawa semangat dan warisan beliau di setiap poin yang kami perjuangkan. Coach, ini untukmu. Terima kasih atas semua ilmu, dedikasi, dan cinta untuk bulutl tangkis. Semoga tenang di sana,” tuli Fajar di Instagram pribadinya, @fajaralfian95, Minggu, 27 Juli 2025.
Gelar tersebut lebih spesial karena diraih Fajar dengan pasangan dadakan yang juga berasal dari klub yang sama di SGD Bandung.
“Gelar ini sangat spesial, karena saya dan partner (Fikri) berasal dari klub yang sama di SGS Bandung, klub tempat almarhum Coach Lie Sumirat membesarkan kami,” katanya.
Menurutnya, sebagai pasangan ganda putra dadakan yang tak lazim dan tak diuggulkan, tidak mudah untuk meraih juara di China Open 2025. Apalagi, prestasi bulu tangkis Tanah Air dalam kalender turnamen world tour BWF hingga tengah tahun ini belum begitu menggembirakan.
“Juara China Open 2025. Pasangan dadakan, tapi satu hati dan satu tujuan. Perjalanan ini nggak mudah, tapi penuh makna. Terima kasih sebesar-besarnya untuk pelatih, PBSI seluruh tim pendukung, keluarga, dan semua masyarakat Indonesia yang selalu mendoakan dan mendukung kami,” kata peraih dua kali juara All England bersama Rian Ardianto ini.
Unggahan Fajar yang diserbu ribuan komentar Badminton Lover, ditimpali oleh Fikri.
“Tetap semangat, sampai akhir kakakuh,” tulis Fikri yang juga pernah merengkuh juara All England bersama Bagas Maulana.
Dalam meraih juara China Open 2025 ini, duet yang aneh karena Fajar/Fikri merupakan pemain spesialis di depan tidak kehilangan satu gim pun.
Di babak 32 besar Fajar/Fikri mengalahkan Choong Hon Jian/Mujamad Haikal (Malaysia), 21-11, 11-10.
Selanjutnya, korban kedua atau babak 16 besar adalah Sabar Karyaman Gutama/Reza Fahlevi (Indonesia), 21-8, 21-13.
Di perempat final, Fajar/Fikri memulangkan pasangan peringkat 1 dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae (korsel), 21-19, 21-14 dan di semifinal menyingkirkan mantan peringkat 1 dunia dan peraih perak Olimpiade Paris, Liang Wei Keng/ Whang Chan (China), 21-19, 21-17.
Editor: Agus Priwandono











