RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah masih kuatnya sistem patriarki yang membayangi kehidupan sosial masyarakat, Garda Wanita NasDem (GARNITA) Malahayati hadir membawa semangat perubahan. Organisasi sayap perempuan dari Partai NasDem ini mengajak kaum perempuan, khususnya di Banten, untuk bangkit, mandiri, dan berdiri di atas kaki sendiri—berdikari.
Bagi GARNITA, era modern bukan lagi tempat bagi perempuan untuk sekadar terkungkung dalam urusan domestik. Perempuan harus menjadi pelaku aktif dalam bidang sosial, politik, ekonomi, hingga kemanusiaan. Semangat itu kini ditanamkan kuat dalam gerakan sosial yang dijalankan GARNITA Malahayati di Banten.
“Perempuan harus bebas dari kungkungan sistem patriarki dengan memiliki kemandirian ekonomi. Kami mengadakan berbagai pelatihan dan pemberdayaan UMKM agar perempuan di Banten bisa produktif dan berdaya,” ujar Ketua GARNITA Malahayati Banten, Dewi Indah Darmayanti, di kantor DPW NasDem Banten, Senin (21/7).
Nama “Malahayati” yang disematkan bukan tanpa alasan. Organisasi ini menjadikan Laksamana Malahayati—sosok pejuang perempuan dari Aceh di abad ke-16—sebagai sumber inspirasi. Ia adalah laksamana perempuan pertama di dunia yang memimpin pasukan laut melawan penjajahan Portugis dan Belanda. Semangat kepemimpinan, keberanian, dan dedikasinya menjadi simbol perjuangan perempuan yang tangguh dan patriotik.
Diusianya yang ke 14 tahun ini, Dewi ingin karakter Malahayati tercermin dalam diri setiap perempuan di Banten. Menurutnya, perempuan masa kini harus berani mengambil peran di ruang publik, termasuk di kancah politik. “Kehadiran perempuan di legislatif membawa pengaruh besar terhadap perjuangan hak-hak perempuan. Kami mendorong agar semakin banyak perempuan terlibat aktif,” ujarnya.
Sejak berdiri, GARNITA Banten telah terlibat dalam berbagai aksi sosial. Mulai dari membantu korban bencana tsunami di Pandeglang dan banjir di Lebak, hingga menggelar bakti sosial ke komunitas Suku Baduy dengan menyalurkan buku bacaan dan perlengkapan ibadah. Dalam bidang ekonomi, mereka menggelar pelatihan keterampilan dan menjalin kerja sama dengan kementerian pertanian untuk menguatkan sektor pangan dan UMKM perempuan.
Ke depan, Dewi menegaskan GARNITA Banten akan lebih fokus menggarap isu-isu strategis perempuan, terutama menyangkut kekerasan seksual dan perlindungan anak. Posko-posko peduli telah dibentuk bekerja sama dengan anggota DPRD Banten dan organisasi terkait. Program penyuluhan dan advokasi juga terus digalakkan.
Meskipun keterwakilan perempuan di parlemen Banten masih tergolong minim, Dewi menyebut sudah ada empat legislator perempuan dari NasDem yang terus mengawal isu-isu gender di ruang legislasi.
“Kami solid, bersinergi baik di internal maupun eksternal partai, untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan berpihak pada perempuan dan masyarakat kecil,” ucapnya.
Dengan semangat Laksamana Malahayati sebagai panutan, GARNITA terus melangkah, mengukuhkan komitmennya untuk menjadikan perempuan bukan hanya objek perubahan, tapi sebagai penggerak utama dalam membangun Banten yang adil dan setara.
Sementara, Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Banten, H. Wahidin Halim menekankan kepada seluruh pengurus dan anggota GARNITA Malahayati NasDem Banten untuk bergerak membuat kegiatan sosial.
“Bergerak, lakukan kegiatan sosial di daerah masing-masing,” ujar Wahidin.
Menurut Wahidin, kegiatan sosial menjadi investasi dalam memperkaya kekuatan politik. Terlebih Wahidin menegaskan bahwa, GARNITA adalah organisasi politik sayap Partai Nasdem.
“Perbanyak program-program yang bisa membawa, memperbanyak kader Nasdem. GARNITA ini organisasi,” pungkas mantan Gubernur Banten ini. (Suf)
Reporter : Yusuf Permana











