CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Tekad kuat dan kedisiplinan menjadi kunci kesembuhan Uswatun Anisa (27), pasien Tuberkulosis (TBC) di Kota Cilegon.
Selama tujuh bulan terakhir, Anisa menjalani proses pengobatan dengan penuh kesabaran hingga akhirnya dinyatakan pulih dari sakit yang dideritanya tersebut.
Perempuan asal Cilegon itu mengaku, awalnya sempat merasa cemas ketika divonis mengidap penyakit TBC oleh dokter.
“Saya kaget ketika pertama kali didiagnosa TBC. Rasanya berat karena harus menjalani pengobatan jangka panjang,” ungkap Anisa saat ditemui Radar Banten, Senin 18 Agustus 2025.
Namun, alih-alih menyerah, Anisa memilih berjuang. Ia mengikuti seluruh anjuran dokter, termasuk minum obat sesuai jadwal, menjaga pola makan, serta menghindari aktivitas yang bisa menurunkan kondisi tubuhnya.
Meski ditengah kondisinya yang berat , Anisa tidak lupa tetap merawat suami dan dua anak perempuannya. Dirinya tetap menjalankan tugas sebagai seorang istri dengan baik.
“Saya tekun menjalani setiap proses. Obat harus habis, tidak boleh terputus, walaupun kadang ada efek samping yang terasa,” tuturnya.
Perjuangan itu membuahkan hasil. Setelah tujuh bulan pengobatan, Anisa kini dinyatakan sembuh. Ia merasa bersyukur sekaligus berterima kasih kepada tenaga kesehatan yang mendampinginya selama proses pemulihan.
Selama tujuh bulan pengobatan, menurut Anisa, biaya sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.
Ia bersyukur, pengobatan TBC bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Karena hal tersebut tidak perlu memikirkan biataya.
“Alhamdulillah bisa pakai BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Anisa menyampaikan bahwa dirinya sudah dinyatakan negatif, dirinya juga memastikan bahwa anak anak dan suaminya juga tidak tertular atau terkena TBC.
Kini Anisa kembali menjalani hidupnya dengan normal dan berhenti mengkonsumsi obat serta pemeriksaan rutin lainnya.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah sehat kembali. Saya sangat berterima kasih kepada dokter dan perawat yang selalu mengingatkan saya untuk patuh minum obat,” ucapnya.
Anisa juga berharap masyarakat tidak takut memeriksakan diri ketika mengalami gejala TBC. Menurutnya, deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi kunci utama untuk sembuh.
Anisa juga menjadi bukti bahwa mereka yang terkena penyakit TBC akan sembuh jika rajin menggunakan obat yang sesuai anjuran, dan bertekad kuat untuk sembuh.
“Saya ingin teman-teman lain yang sakit jangan putus asa. Kalau kita disiplin, insya Allah bisa sembuh seperti saya,” tambahnya.
TBC atau Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi perhatian serius pemerintah.
Hingga kini, program penanggulangan TB terus digencarkan agar masyarakat mendapat akses pengobatan dan pendampingan yang memadai. (*)











