PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan pendaki ngecamp di puncak Gunung Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Para pendaki yang menginap di puncak Gunung Pulosari mendaki melalui basecamp Cihunjuran, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Basecamp Cihunjuran merupakan salah satu jalur resmi bagi para pendaki Gunung Pulosari.
Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Banten, Ardian Syahrudin Sunarya, mengatakan bahwa Gunung Pulosari ramai dikunjungi pendaki saat libur panjang akhir pekan ini.
“Jumlah pendaki mencapai ratusan. Ada yang tektok (naik turun gunung dalam satu hari-red) dan ada yang ngecamp. Kebanyakan ngecamp,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu, 6 September 2025.
Para pendaki sudah mulai ramai sejak hari Jumat, 5 September 2025. Satu hari kemudian tambah ramai.
“Hari Sabtu dan Minggu ini memang biasanya ramai pendaki. Apalagi libur panjang,” katanya.
Ardian yang akrb disapa Apet mengungkapkan, ketinggian Gunung Pulosari 1.346 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini gunung berapi tipe B yang berada di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
“Gunung Pulosari memiliki kawah yang aktif secara fumarol, yang dapat dilihat di dinding kalderanya. Kawah ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pendaki yang mengunjungi Gunung Pulosari,” katanya.
Meskipun tidak aktif secara erupsi, gunung ini tetap menarik minat para pendaki karena keindahan alam dan jalur pendakiannya yang menantang.
“Jalur pendakian ke kawah Pulosari bisa ditempuh melalui beberapa jalur, salah satunya adalah jalur Cihunjuran yang dikenal cukup mudah dilalui. Perjalanan menuju kawah biasanya memakan waktu sekitar 3-4 jam,” katanya.
Di sekitar kawah, terdapat area yang cukup luas yang sering digunakan pendaki untuk mendirikan tenda atau sekadar beristirahat.
“Kawah Gunung Pulosari disebutnya Kawah Ratu Gunung Pulosari. Di kawah Ratu itu, para pendaki biasanya memanfaatkan untuk memasak,” katanya.
Kawah Gunung Pulosari itu dimanfaatkan memasak karena kadar belerangnya masih rendah.
“Saat berada di Kawah Ratu, biasa menjadi tempat masak bagi para pendaki. Masak telur rebus, merebus mie, rebus ubi, banyak kok,” katanya.
Apet menerangkan, Gunung Pulosari memiliki kelebihan kawahnya bisa dikunjungi.
“Enggak kayak di gunung-gunung yang lain. Jadi tidak terlalu berbahaya begitu,” katanya.
“Dengan cuaca aman dan masih bersahabat juga suhunya. Jumlah kunjungan wisatawan tidak kurang dari 300 sampai 400 orang per akhir pekannya,” katanya.
Pendaki ketagihan ke Gunung Pulosari karena keindahan alamnya.
“Mungkin pelayanan dari rekan-rekan kita di basecamp Cihunjuran juga menjadi salah satu pengaruh juga. Karena berdasarkan survei Perhutani, per tahun 2025, basecamp kita paling baik dan paling ramah se-Banten,” katanya.
“Sekarang gaya pendakian bergeser, sekarang itu gaya pendakian lebih banyak ke tektok, yang pulang pergi gitu,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











