LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemkab Lebak meminta masyarakat untuk terus menggalakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal itu, mencegah timbulnya berbagai oenyakit salah satunya Demam Berdarah Deungeu (DBD).
Meskipun sepanjang tahun 2025 ini, DBD di Lebak menurun. Hingga Agustus 2025, kasus DBD di Kabupaten Lebak mencapai 543 kasus, 1 orang meninggal dunia.
Dari 543 kasus DBD di Kabupaten lebak, Puskesmas Rangkasbitung paling banyak menangani kasus DBD mencapau 63 orang. Sepanjutnya, Puskesmas Malingping 42 orang, Puskesmas Bayah 39 orang, Maja 36 orang dan Puskesmas Cimarga 34 orang.
Sekda Lebak Budi Santoso mengatakan, telah mengintruksikan Dinkes serta seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa-desa di daerah ini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“PSN perlu ditingkatkan pada musim kemarau basah ini, mengingat kadang masih turun hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD,” katanya, Senin 8 September 2025.
Mantan Asda II Pemkab Lebak ini mengimbau warga untuk mewaspadai penyakit DBD dengan terus menggalakan gerakan 3M flus.
Menurutnya, gerakan Jumat bersih (Jumsih) yang selama ini digalakannya akan sia-sia bila tidak didukung oleh semua elemen masyarakat. Karena itu, Budi meminta agar masyarakat sadar akan menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama, dengan cara gotong royong menjaga kebersihan.
“Fogging bukanlah solusi untuk memberantas DBD. Foging itu hanya untuk memutus mata rantai saja.
“Solusi yang terbaik itu saya kira adalah menjalankan pola hidup sehat dan bersih. Saat ini pemkab Lebak terus gencar mensosialisasikan gerakan hidup bersih,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











