SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau kondisi rumah lansia berusia 85 tahun yang juga merupakan seorang janda bernama Kasum. Ia tinggal di Kampung Jati, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.
Diketahui, Kasum tinggal di dalam sebuah rumah yang kondisinya sangat memperihatinkan. Ia tinggal di dalam rumah berukuran 5×4 meter dengan kondisi banyak yang rusak. Tak hanya itu, kondisi fisik dari nenek Kasum pun juga memperihatinkan karena sedang sakit.
Saat memasuki rumah tersebut, mata Ratu Zakiyah pun berkaca-kaca karena merasa tidak tega melihat kendisi yang menimpa nenek Kasum. Ratu Zakiyah pun kemudian menyerahkan bantuan berupa kasur lipat, mi instansi, beras, biskuit, dan telur yang diterima keponakan dari Kasum yang kediamannya hanya berjarak dua meter.
Usai meninjau rumah nenek Kasum, Ratu Zakiyah pun kemudian melanjutkan perjalanannya dengan meninjau rumah lansia lainnya yang dinggal di dalam rumah yang kondisinya tidak layak huni.
Ia meninjau rutilahu milik Santari berusia 80 tahun. Ekspresi wajah Ratu Zakiyah kembali tampak penuh keprihatinan melihat kondisi Santari seorang lansia yang tinggal di Rutilahu panggung berukuran sekira 5×3 meter. Ratu Zakiyah pun kemudian berbincang dengan Santari. Namun, komunikasi sulit dilakukan karena Santari memiliki keterbatasan pendengaran. Dengan bantuan yang sama, Ratu Zakiyah pun menyerahkan bantuan langsung kepada Santari.
Bupati Ratu Zakiyah mengaku merasa perihatin atas kondisi yang memimpa dua lansia yang tinggal di rumah sangat tidak layak untuk ditempati. Ditambah lagi, kondisi kesehatan dua lansia tersebut juga terganggu dan harus mendapatkan penanganan.
”Saya minta untuk Bu Kalsum dibawa ke Puskesmas setempat, dan kalau perlu dirujuk ke rumah sakit tolong di rujuk,” katanya, Minggu 21 September 2025.
Ia pun segera memerintahkan kepada Camat Cikeusal untuk segera menghubungi kepala Puskesmas agar dapat segera mengecek kondisi kesehatan sekaligus rumah dari para lansia.
”Supaya di cek ternyata memang betul, dan kondisi yang kurang sehat. Kemudian kondisi rumahnya pun lebih sangat memprihatikan lagi,” tutur Zakiyah.
Zakiyah mengaku, sengaja menggandeng pihak perbankan, dalam hal ini bank bjb KCK Banten agar mereka bisa melihat langsung kondisi rumah warganya yang tinggal di rutilahu sehingga nantinya bjb bisa menyalurkan CSR l-nya untuk pembangunan rumah.
”Selanjutnya kenapa kami mengajak dari Bank bjb, karena kedepan supaya kita bisa langsung eksekusi dari dana CSR bank bjb, eksekusi untuk pembangunan rumahnya. Hari ini ada tiga lokasi yang kami kunjungi, semoga dengan cepat bisa di lakukan pembangunan. Supaya nanti rumahnya bisa menjadi layak huni, apalagi kondisi pemiliknya semuanya lansia,” ujarnya.
Zakiyah mengaku merasa perihatin karena rumah tersebut sudah diajukan sejak tiga tahun lalu untuk program rutilahu. Namun hingga kini, belum ada pembangunan.
”Maka saya minta juga kepada warga masyarakat kalau misalnya ada rumah-rumah tidak layak huni, sudah bertahun-tahun tidak di eksekusi, silahkan informasikan kepada kami,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











