SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Speak up bagi generasi muda itu penting. Namun, tidak semua anak muda berani bicara atau mengutarakan pendapat untuk mengekspresikan diri secara positif, akibat merasa terhambat dalam situasi tertentu.
Dalam konteks pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Polwan Polda Banten menggelar kampanye Rise and Speak bertema “Menolak Segala Bentuk Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Kampanye ini dilakukan di SMPN 9 Kota Serang pada Senin (15/9).
Kampanye Rise and Speak tak cuma untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya keberanian menyuarakan pendapat secara positif, tapi juga menyosialisasikan penggunaan media sosial secara bijak oleh remaja.
Kampanye ini diisi dengan sesi motivasi, diskusi interaktif, serta edukasi terkait pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga bahaya ujaran kebencian di dunia maya. Para pelajar didorong untuk berani menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi diri, sekaligus menjaga etika dalam berkomunikasi.
Kabag Perawatan Personel (Watpers), Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Banten, AKBP Arninsi mengatakan, kampanye Rise and Speak merupakan bentuk komitmen Polri untuk mendukung perkembangan generasi muda yang berkarakter, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Melalui kampanye Rise and Speak, kami ingin para pelajar tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan yang membangun serta menginspirasi,” katanya.
Perwira menengah Polri ini menambahkan, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa. Banyak pelajar yang merasa lebih termotivasi untuk percaya diri dalam berpendapat dan lebih sadar akan tanggung jawab dalam berkomunikasi secara langsung maupun melalui media digital.
“Kami mengajak pelajar berani berbicara agar permasalahan yang ditemukan segera diselesaikan. Misal, kalau mereka mendapatkan pelecehan atau kekerasan lainnya, harus berani berbicara. Jangan diam. Berani bicara adalah langkah pertama untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain,” tegas Arninsi.
Ia berharap, kampanye tersebut bisa membentuk generasi muda menjadi pribadi yang cerdas, berani, dan berintegritas. “Polda berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berani sehingga mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pungkas Arninsi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina yang turut hadir, menyatakan dukungannya terhadap kampanye Rise And Speak Polda Banten. Ia menilai, kegiatan ini efektif menekan angka kenakalan remaja dan kekerasan seksual.
“Selama ini kan banyak anak-anak yang menjadi korban kriminalitas tidak berani buka suara. Sehingga kita susah untuk menyelesaikan kasusnya dan bahkan berpotensi menambah korban karena si pelaku merasa aman. Nah, kegiatan ini kita harap bisa membuka keberanian anak-anak untuk melaporkan pelaku kejahatan yang terjadi pada dirinya sendiri maupun di sekitarnya,” ujarnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











