PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 220 perangkat desa dan kepala desa di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengikuti tes urine massal di Aula Kantor Kecamatan Cadasari.
Tes urine ini digelar sebagai langkah konkret pemberantasan narkoba sekaligus menjaga integritas aparatur desa. Seluruh unsur aparatur ikut serta, mulai dari kepala desa, sekretaris desa, staf teknis, hingga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Camat Cadasari, Wawan Ruswandi, mengatakan tes urine ini menjadi contoh nyata bahwa perangkat desa harus bersih dari narkoba.
“Alhamdulillah, ini kerja sama Pemprov Banten dengan BNN Provinsi. Targetnya 220 orang, setiap desa sekitar 20 orang termasuk BPD. Ini teladan bagi masyarakat, bahwa bersih itu dimulai dari kepala dan perangkatnya,” kata Wawan, Senin 29 September 2025.
Menurut Wawan, tes urine bagi perangkat desa ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Pandeglang. Ia berharap kegiatan serupa bisa diterapkan di kecamatan lain.
“Untuk perangkat desa dan kepala desa, ini pertama kali dilakukan. Mudah-mudahan bisa menyebar ke kecamatan lain,” ujarnya.
Wawan menegaskan pelaksanaan tes urine ini bukan karena Cadasari dianggap rawan narkoba, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam pencegahan.
“Ini niat baik dari Pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membersihkan masyarakat Banten dari narkoba, dimulai dari perangkat desanya,” katanya.
Ia juga berpesan kepada perangkat desa untuk menjauhi narkoba sekaligus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) BNN Banten, Mitha Maharani, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Desa Bergerak yang dilaunching di Kabupaten Lebak pada 5 Agustus 2025 lalu.
“Tujuannya pencegahan mandiri, karena saat ini peredaran narkotika sudah masif hingga ke desa. Perangkat desa harus jadi role model,” kata Mitha.
Menurut Mitha, program ini muncul dari aspirasi kepala desa yang resah dengan ancaman narkoba di tingkat desa. Aspirasi itu disampaikan ke APDESI dan diteruskan ke Pemprov Banten.
“Jadi kegiatan ini bukan penangkapan, tapi pemberdayaan masyarakat. Kalau ada yang terindikasi, akan diarahkan ke pembinaan melalui rehabilitasi,” jelasnya.
Di Cadasari, jumlah peserta yang dites mencapai 220 orang dari 11 desa. Tes dipusatkan di aula kecamatan dan akan dilanjutkan ke wilayah lain di Banten.
“Untuk Cadasari ada 220 orang karena ada 11 desa. Setelah ini kegiatan akan bergeser ke desa lain di Banten,” ujarnya.
Mitha memastikan, hingga tes kali ini belum ada perangkat desa maupun kepala desa yang positif narkoba.
“Sejauh ini masih aman,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











