PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID–Cuaca di Kabupaten Pandeglang mulai tidak bersahabat menjelang akhir tahun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBDPK Pandeglang, Edi Anhar, menyebut ada 11 jenis potensi bencana di wilayahnya, mulai dari kekeringan, banjir bandang, cuaca ekstrem, abrasi, gempa bumi, letusan gunung, hingga tanah longsor. Namun, banjir dan kekeringan disebut paling sering terjadi setiap tahun.
“Kalau banjir biasanya terjadi di Kecamatan Patia. Untuk kekeringan juga sering di Patia, selain itu di Kecamatan Pagelaran dan Cikeusik,” kata Edi, Selasa 30 September 2025.
Menurutnya, dari 35 kecamatan di Pandeglang, sebanyak 11 kecamatan memiliki tingkat kerawanan tinggi. Data tersebut menjadi acuan BPBD dalam melakukan sosialisasi kebencanaan.
“Salah satunya melalui relawan di kecamatan maupun kelurahan. Kami juga berkoordinasi dengan dinas teknis dan TNI-Polri untuk penanganan bencana,” jelasnya.
Edi menegaskan, BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem hingga akhir tahun. Setiap ada peringatan dini, informasi langsung diteruskan ke masyarakat.
“Kalau ada imbauan dari BMKG, misalnya hujan lebat, banjir, atau angin puting beliung, pasti langsung kami sampaikan. Acuan kami tetap BMKG,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan bencana merupakan pekerjaan rumah pemerintah daerah. Karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak dinilai penting dalam mengurangi risiko bencana.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











