JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Legenda MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, mengaku menyesal karena tidak pernah merasakan atmosfer balapan di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Rossi resmi pensiun pada akhir musim 2021, hanya beberapa bulan sebelum Mandalika menjadi tuan rumah MotoGP untuk pertama kalinya pada Maret 2022. Hal ini membuatnya kehilangan kesempatan mengaspal di lintasan yang kini menjadi ikon balap dunia.
“Sangat disayangkan ketika MotoGP mulai digelar di Lombok, itu adalah tahun pertama saya pensiun. Jadi saya tak pernah merasakan balapan di sana, dan itu sangat saya sesali,” ujar Rossi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/9/2025), yang dikutip disway.id.
Hubungan Spesial dengan Indonesia
Meski tak pernah berlaga di Mandalika, Rossi bukanlah sosok asing bagi penggemar balap di Indonesia. Ia pernah tampil di Sirkuit Sentul, Bogor, saat MotoGP masih digelar di Tanah Air pada 1996–1997, di awal karier profesionalnya.
Rossi juga mengenang dukungan luar biasa fan Indonesia selama dirinya membela tim Yamaha. “Ketika saya datang ke Jakarta bersama Yamaha, saya melihat banyak orang benar-benar tergila-gila pada saya. Itu membuat saya sangat bangga,” kenang pria yang akrab dijuluki The Doctor.
Hadir Sebagai Pemilik Tim di Mandalika 2025
MotoGP Mandalika 2025 dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Oktober 2025, sebagai seri ke-18 kalender balap. Meskipun sudah pensiun, Rossi tetap hadir sebagai pemilik tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team, yang baru saja meluncurkan livery anyar di Jakarta.
Menurut Rossi, kolaborasi dengan Pertamina bukan sekadar kerja sama sponsor biasa, melainkan ikatan emosional dengan Indonesia. “Bekerja bersama Pertamina bukan hanya hubungan biasa, tapi seolah-olah Anda menjadi tim nasional Indonesia, dan kami sangat bangga dengan hal ini,” ungkap Rossi.
Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
Selain menghadirkan timnya di MotoGP, Rossi juga menegaskan komitmennya dalam pembinaan talenta muda Tanah Air. Saat ini terdapat lima pembalap Indonesia yang mendapat kesempatan mengikuti kelas khusus di Tavullia, Italia.
Di sana, mereka berlatih di fasilitas kebugaran tim VR46 dan menjajal lintasan Misano, yang merupakan markas The Doctor.
“Kita bisa berbagi pengalaman ini, juga dengan Pertamina untuk mencoba menemukan masa depan seorang pembalap Indonesia yang bisa mencapai MotoGP,” kata Rossi.
Program ini, lanjut Rossi, bukan sekadar agenda singkat, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang. “Jadi kamu mencoba untuk mendapatkan dukungan yang membantu membawa pembalap seperti Franco di MotoGP,” pungkasnya.(*)











