CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mempercepat proyek relokasi kabel udara Cilegon ke jaringan bawah tanah.
Proyek yang dikerjakan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) ini sudah mencapai 60 persen dan ditargetkan selesai pada akhir November 2025.
Plt Asisten Daerah II Setda Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menegaskan pihaknya bersama APJATEL dan penyedia layanan telekomunikasi terus memantau progres di lapangan.
“Semenjak groundbreaking, pekerjaan sudah 60 persen berjalan. Tinggal menunggu kabel milik provider yang akan dimasukkan ke tanah melalui vendor APJATEL,” kata Aziz usai rapat koordinasi di Sekretariat Daerah Cilegon, Jumat, 3 Oktober 2025.
Aziz meminta provider menyiapkan kabel untuk penanaman sebelum 10 November 2025 agar pengerjaan lebih cepat.
“Kami kasih waktu sampai 10 November. Kabel harus sudah siap dan akan dipasang sekitar dua minggu. Target awal Desember, tetapi alhamdulillah akhir November bisa selesai,” ujarnya.
Ia menyebut kendala teknis, seperti tanah keras di beberapa titik, tidak menjadi hambatan besar.
“Ada sedikit kendala, tetapi vendor APJATEL sudah profesional dan terbiasa, sehingga bisa diselesaikan,” tambahnya.
Aziz juga menekankan pentingnya keselamatan warga, khususnya pengguna jalan.
“Kami tekankan agar saat penggalian memperhatikan keselamatan pengguna jalan, karena ada beberapa titik yang setelah digali pengurugan kurang padat,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Cilegon akan menindaklanjuti dengan penyedia layanan telekomunikasi agar segera menyiapkan kabel untuk dipindahkan ke jaringan bawah tanah.
“Pak wali juga sangat mendukung. Ke depan kami akan menyampaikan surat ke provider agar kabelnya segera disiapkan,” ungkap Aziz.
Dengan koordinasi intens antara Pemkot Cilegon dan APJATEL, proyek relokasi kabel udara ini diharapkan selesai lebih cepat dari target dan menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat.
Editor: Aas Arbi











