CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus dan anggota Koperasi Angkutan Cilegon Sejahtera (KACS) menggelar pertemuan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Senin, 20 Oktober 2035.
Dalam pertemuan itu, para pengemudi angkot menyampaikan keluhan soal maraknya angkot luar daerah yang beroperasi di wilayah Kota Cilegon.
Ketua KACS, Nasihi, mengatakan berdasarkan data Dishub Cilegon terdapat sekitar 400 unit angkot resmi yang terdaftar di bawah koperasi tersebut. Namun, banyak sopir mengeluhkan keberadaan angkot dari luar Cilegon yang turut beroperasi di jalur kota.
“Sekarang banyak angkot luar yang bukan mobil Cilegon, tapi dicat silver biar mirip. Itu yang dikeluhkan anggota kami. Ada dari Serang, Labuan, sampai Anyer yang masuk ke wilayah kota,” ujar Nasihi saat diwawancarai Radar Banten, Selasa, 21 Oktober 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pendapatan para sopir angkot Cilegon menurun drastis karena jumlah kendaraan yang beroperasi semakin banyak.
Ia berharap, Pemkot Cilegon turun tangan melakukan penertiban jalur dan trayek untuk menciptakan persaingan yang sehat.
“Kami meminta Pak Wali agar jalur atau trayek ini ditertibkan. Supaya angkot Cilegon punya muatan yang cukup, tidak terus kalah karena banyak kendaraan luar masuk,” tuturnya.
Selain soal trayek, pihak KACS juga menyoroti kondisi Terminal Seruni yang dinilai perlu diaktifkan kembali sebagai pusat aktivitas angkutan dari luar daerah.
“Terminal Seruni itu sudah ada, tinggal diaktifkan lagi. Biar angkot dari wilayah Serang masuknya ke sana. Alhamdulillah, Pak Wali setuju, cuma belum tahu kapan realisasinya,” tambahnya.
Nasihi menjelaskan, persoalan trayek antarkota menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun, ia berharap, ada koordinasi antara Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten agar sopir lokal tidak dirugikan.
“Kami tidak mau dirugikan, Serang juga tidak dirugikan. Intinya ada keadilan,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono











