PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menanggapi sorotan sejumlah pelaku seni dan budaya yang menilai Pemkab Pandeglang kurang memperhatikan pelestarian kebudayaan lokal.
Iing Andri Supriadi menegaskan, Pemkab Pandeglang di bawah kepemimpinan Bupati Raden Dewi Setiani dan dirinya justru peduli terhadap seni dan budaya tradisional yang berkembang di masyarakat.
“Sejak kami dilantik, Pemkab Pandeglang sangat peduli dan konsen terhadap kebudayaan serta seni tradisional,” kata Iing Andri Supriadi, Kamis 30 Oktober 2025.
Ia menyebut, bentuk kepedulian itu ditunjukkan dengan kehadiran pemerintah di berbagai kegiatan kebudayaan.
“Kami sering menghadiri event kebudayaan, seperti yang digelar Andi Bedug di Alun-alun Pandeglang, di Balai Budaya, Menes, hingga acara paguron dan Ruat Laut Carita. Itu bentuk dukungan nyata kami,” ujarnya.
Iing menambahkan, langkah tersebut merupakan komitmen Pemkab untuk menjaga eksistensi dan nilai-nilai budaya lokal.
“Tugas kami menjaga dan memperkuat eksistensi kebudayaan di Pandeglang,” ucapnya.
Terkait anggaran, Iing mengakui kondisi keuangan daerah masih terbatas. Namun, ia memastikan dukungan terhadap sektor budaya tetap berjalan.
“Soal anggaran, nanti saya cek ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk tahun ini dan 2026. Kondisi fiskal memang belum ideal, tapi kepedulian tetap kami tunjukkan. Masyarakat bisa lihat, saya, Ibu Dewi, dan jajaran Disparbud selalu hadir di acara kebudayaan,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam berbagai kegiatan seni menjadi bukti bahwa Pemkab tidak menutup mata terhadap potensi kebudayaan lokal.
“Pemkab Pandeglang akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat. Kami ingin kebudayaan tetap hidup dan menjadi kekuatan membangun Pandeglang yang berkarakter,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah pelaku seni dan budaya di Kabupaten Pandeglang menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang di bawah kepemimpinan Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi (Dewi–Iing) terhadap pengembangan serta pelestarian kebudayaan lokal.
Padahal, Pandeglang dikenal memiliki kekayaan seni dan budaya yang beragam, mulai dari arsitektur kolonial, situs sejarah, hingga upacara dan festival tradisional.
Potensi tersebut dinilai bisa menjadi kekuatan ekonomi kreatif jika dikelola dengan serius oleh pemerintah daerah. Namun, pelaku seni menilai isu kebudayaan belum menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan di Pandeglang.
Reporter: Moch Madani Prasetia











