CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Faturohman kembali terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pulomerak untuk periode 2025–2030.
Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kecamatan (MUSCAM) PMI Pulomerak yang digelar di Aula Kecamatan Pulomerak, Sabtu, 8 November 2025.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meningkatkan Peran PMI Kecamatan dalam Penguatan Organisasi yang Profesional, Sinergi, dan Berkelanjutan.”
Muscam dihadiri Sekretaris PMI Kota Cilegon, Ujang Samsul, yang mewakili Ketua PMI Kota Cilegon, serta pengurus PMI Kecamatan Pulomerak, relawan, Kepala Markas PMI Kecamatan, dan perwakilan Pemerintah Kecamatan Pulomerak yang diwakili Kasi Pelayanan, Hamdi.
Musyawarah kecamatan merupakan forum tertinggi organisasi PMI di tingkat kecamatan yang berfungsi untuk mengevaluasi kinerja pengurus masa bakti sebelumnya, sekaligus memilih kepengurusan baru.
Dalam sidang pleno yang berlangsung tertib dan demokratis, peserta Muscam secara mufakat menerima laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2025, kemudian kembali mempercayakan kepemimpinan PMI Kecamatan Pulomerak kepada Faturohman.
Sekretaris PMI Kota Cilegon, Ujang Samsul, menyampaikan apresiasi atas kinerja pengurus sebelumnya dan berharap kepengurusan baru dapat semakin memperkuat peran PMI di tingkat kecamatan.
“PMI Kecamatan merupakan ujung tombak pelayanan kemanusiaan. Dengan semangat baru dan tema yang diusung tahun ini, kami berharap PMI Pulomerak semakin profesional, bersinergi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Ujang.
Sementara itu, Ketua terpilih, Faturohman, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami akan terus membangun sinergi dengan PMI Kota Cilegon dan Pemerintah Kecamatan agar setiap program kemanusiaan berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” kata Faturohman.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Muscam yang menandai dimulainya masa kepengurusan baru PMI Kecamatan Pulomerak periode 2025–2030.
Editor: Agus Priwandono










