SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II meminta kepada nelayan di wilayah pesisir Banten untuk mewaspadai gelombang tinggi.
Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di wilayah Banten dalam beberapa hari ke depan.
BBMKG melihat terdapat adanya peningkatan potensi hujan di sebagian besar wilayah Provinsi Banten dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal yang mendukung pembentukan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem.
Prakiraan BBMKG, tinggi gelombang laut mencapai kategori tinggi 2-4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan, yakni Selat Sunda bagian Barat Pandeglang, perairan Selatan Banten, dan Samudra Hindia Selatan Banten.
“Kami mengimbau kepada nelayan untuk selalu waspada, periksa cuaca terlebih dahulu sebelum pergi melaut,” ungkap Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, Minggu, 9 November 2025.
Selain gelombang tinggi itu, BBMKG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai akan ancaman banjir rob yang mengintai wilayah pesisir.
BBMKG melihat adanya peningkatan tinggi muka air laut akibat pengaruh gravitasi bulan berpotensi menimbulkan rob di berbagai pesisir Banten.
Berdasarkan hasil pemantauan water level dan prediksi pasang surut, rob diperkirakan akan terjadi dalam rentang waktu yang berbeda di tiap daerah.
Di pesisir Utara Kabupaten Tangerang, seperti Teluknaga dan Kosambi, rob mungkin terjadi pada 6–11 November dan berulang pada 19–27 November.
Sementara itu, gelombang pasang juga mengancam pesisir Kabupaten Serang bagian Utara, mencakup Kasemen, Pontang, dan Tirtayasa sepanjang 7–23 November.
Di perairan sekitar Selat Sunda bagian Utara, gelombang tinggi dapat dirasakan di Kecamatan Pulomerak dan Ciwandan pada 7–8 November.
Di wilayah Pandeglang, Kecamatan Labuan yang berada di sisi Barat Selat Sunda diperkirakan terdampak pada 5–10 November serta 20–23 November.
Ancaman serupa juga membayangi kawasan pesisir Selatan Pandeglang seperti Cikeusik, serta pesisir selatan Lebak di Bayah, pada 4–11 November dan 18–25 November.
Rob yang terjadi bukan hanya sekadar genangan. Aktivitas nelayan, petani tambak, hingga bongkar muat di pelabuhan dapat terganggu.
Transportasi kawasan pantai pun berisiko terhambat apabila air pasang berlangsung dalam durasi panjang.
Hartanto mengingatkan pentingnya kewaspadaan kolektif.
“Masyarakat diimbau untuk siaga dan terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dari BMKG,” imbaunya.
Editor: Agus Priwandono











