SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berikut ini berita koran Radar Banten yang terbit pada Rabu, 12 November 2025. Beritanya mengulas sejumlah informasi menarik seputar Banten.
Untuk headline koran Radar Banten, terkait Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang mencatat telah menemukan lebih dari 40 ribu kasus tuberkulosis (TBC) hingga tahun ini, atau setara 93 persen dari target nasional sebanyak 50.298 kasus. Capaian tersebut menjadikan Banten sebagai provinsi dengan penanganan TBC terbaik di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di daerah. Namun, pihaknya akan terus memperkuat pemeriksaan agar seluruh warga terduga TBC dapat segera mendapatkan penanganan.
“Kami tidak berhenti di angka 90 persen, tapi terus berjuang agar seluruh terduga TBC diperiksa dan diobati,” ujar Ati usai mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Sekda Banten Deden Apriandhi saat kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus di Kota Tangerang, Selasa (11/11).
Ati menyebut, Banten berhasil melampaui target nasional berkat keterlibatan seluruh unsur hingga tingkat desa. Setiap desa dan kelurahan di Banten memiliki lima kader TBC aktif yang melakukan penemuan kasus secara langsung di masyarakat.
Berita selanjutnya terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Banten 2026 yang diproyeksikan mengalami defisit, setelah beban belanja daerah lebih besar daripada pendapatan.
Hal ini terungkap dalam draft Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Pemprov Banten tahun 2026 yang dibacakan melalui rapat paripurna di DPRD Banten, Selasa (11/11).
Dalam KUA dan PPAS itu, terungkap bahwa Banten tahun depan diproyeksikan memiliki pendapatan Rp9,94 triliun. Jumlah tersebut berkurang Rp434,1 miliar dibandingkan periode sebelumnya. Namun, pendapatan itu ternyata lebih kecil dari beban belanja daerah yang mencapai Rp10 triliun. Artinya, Pemprov Banten pada APBD 2026 bakal mengalami defisit hingga Rp57 miliar.
Usut punya usut, pengurangan pendapatan terjadi karena adanya pemotongan anggaran transfer dari pemerintah pusat (TKD) senilai Rp554,1 miliar. Selebihnya, beberapa sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti retribusi dan pajak diproyeksikan bertambah.
Lalu, berita lainnya terkait rombongan Radar Banten Grup yang menyambangi Mapolda Banten, Selasa (11/11). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat kemitraan antara media dan kepolisian.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain:
Pemred Radar Banten Aditya Ramadhan; GM Banten TV Rahmat Hidayat; Pemred Banten TV Merwanda Yuli Yusandi; GM Banten Raya Fikri Hilman; Pemred Banten Raya Rahmat Kurniaan; GM Tangerang Ekspres Rudi Susanto; Pemred Tangerang Ekspres Andi Suhandi; dan Redaktur Senior Radar Banten Agus Priwandono.
Mereka diterima langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Plt Kabid Humas Polda Banten AKBP Meryadi, dan Kombes Pol Doffie Fahlevi Sanjaya selaku perwakilan dari Irwasda Polda Banten.
Aditya mengatakan, Radar Banten Grup merupakan mitra strategis Polda Banten. Kemitraan yang sudah lama terjalin tersebut ditindaklanjuti dengan kesepakatan bersama terkait publikasi kepolisian.
“Kita sudah sangat lama bermitra dengan Polda Banten. Dari kemitraan ini, terbangun sinergitas di mana kita mempunyai halaman khusus yang diberi nama Info Bhayangkara,” katanya.
Nah, itulah rangkuman berita di koran Radar Banten hari ini. Selain berita tersebut, masih banyak berita menarik lainnya.
Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat berlangganan koran Radar Banten cetak maupun digital.
Anda juga dapat membaca berita seputar Banten di radarbanten.co.id












