SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sistem komunikasi kebencanaan di wilayah Banten Selatan terus diperkuat. CORE ORARI Daerah Banten bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menjalin sinergi strategis melalui rencana pemasangan antena repeater radio amatir di kawasan Gunung Luhur, Lebak.
Pemasangan repeater ini dinilai sangat penting untuk memperluas akses komunikasi, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini sulit terjangkau sinyal telekomunikasi, seperti pesisir dan pegunungan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang bagian selatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Asep Mulya, menegaskan bahwa ketersediaan informasi yang cepat dan akurat merupakan kunci penanganan bencana yang efektif.
“Akses informasi yang cepat adalah kunci utama dalam penanggulangan bencana. Dengan kondisi geografis Banten Selatan yang menantang, repeater di Gunung Luhur menjadi solusi vital agar informasi peringatan dini maupun laporan lapangan dapat tersampaikan meski di daerah blank spot,” ujarnya, Minggu 16 November 2025.
Sementara itu, Ketua CORE ORARI Daerah Banten, Aliq Yaqub, menyampaikan bahwa antena repeater yang akan dipasang nantinya beroperasi 24 jam pada frekuensi yang telah ditetapkan sebagai bagian dukungan komunikasi darurat.
“Ini bentuk nyata dukungan ORARI terhadap pemerintah daerah dalam respon kebencanaan. Saat komunikasi seluler terputus, radio amatir tetap menjadi tulang punggung informasi di lapangan,” kata Aliq.
Memperluas jangkauan komunikasi radio amatir, khususnya di wilayah terpencil dan rawan bencana di Banten Selatan.
Mempercepat koordinasi antara posko BPBD dengan relawan dan petugas di lapangan saat situasi darurat.
Mendukung sistem peringatan dini agar informasi bisa diterima masyarakat lebih cepat.
Menguatkan sinergi kelembagaan antara BPBD dan ORARI sebagai mitra dukungan komunikasi (DUKOM).
Pihak BPBD Banten menyebutkan langkah ini merupakan bagian dari peningkatan kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana seperti gempa, banjir bandang, longsor, hingga cuaca ekstrem.
Sinergi ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi komunikasi kebencanaan di daerah lain yang memiliki karakter geografis serupa.
Editor: Mastur Huda











